Wabup Barito Timur Ikuti Rakor Karhutla Bersama Gubernur Kalteng

Beritakalteng.com – Tamiang Layang – Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu didampingi Asisten I Setda Ari Panan, Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, Nur Sulistio, Kepala BPBD-DAMKAR, Achmad Gazali serta pejabat terkait mengikuti Rapat Koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (31/7/2026).

Rakor ini juga juga membahas masalah kesiapan pemerintah serta jajaran stakeholder untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan serta potensi kekeringan selama musim kemarau tahun 2026.

“Kami bersama Gubernur Kalimantan Tengah serta BNPB membahas berbagai langkah strategis yang harus dilakukan pemerintah daerah maupun provinsi dalam mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah,” ujar Asisten I Ari Panan.

Dikatakan, salah satu fokus utama adalah memperkuat upaya mitigasi melalui peningkatan kapasitas personil, kesiapsiagaan sarana dan prasarana, serta optimalisasi koordinasi lintas sektor dalam penanganan karhutla.

“Selain peningkatan personil, juga dibahas pendampingan kepada daerah melalui dukungan logistik dan peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan, termasuk rencana deploy helikopter patroli untuk memperkuat pemantauan wilayah-wilayah yang berpotensi kebakaran,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut juga membahas pentingnya penegakan hukum terhadap setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan oleh individu maupun korporasi.

“Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam memberikan efek jera sekaligus menekan angka kejadian karhutla,” jelasnya.

Sementara, pemerintah diminta terus memantau situasi dan perkembangan iklim cuaca sebagai dasar antisipasi terjadi sewaktu-waktu dilapangan.

Disisi lain, pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan sejak 26 Mei sampai 31 Oktober 2026. Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 100.3.3.1/142/2026 tentang Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026.

Kemudian, BNPB melalui arahannya, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh daerah dalam menghadapi ancaman Karhutla maupun kekeringan.

“Pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta masyarakat dengan menyiapkan personil satuan tugas darat secara optimal,” kata dia.

BNPB juga menginstruksikan agar patroli selalu rutin dilakukan disetiap titik-titik rawan kebakaran sejak dini. Oleh sebab itu, pemerintah diminta melakukan pendataan terhadap wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan sebagai dasar penyusunan langkah penanganan dan penyaluran bantuan apabila diperlukan.

Dengan adanya koordinasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Barito Timur dengan ini menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat, maupun pemerintah provinsi dalam memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat penanganan, serta melindungi masyarakat serta lingkungan dari dampak kebakaran hutan dan lahan, dan kekeringan selama musim tahun 2026. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *