
Foto: Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu saat memberikan bantuan sembako buat warga dampak banjir.
Beritakalteng.com – Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur, menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat untuk 268 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir di Kabupaten Barito Timur, khususnya Kecamatan Patangkep Tutui, Kamis (15/1/2026).
Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu, mengatakan bantuan sembako tersebut diberikan untuk warga yang terdampak banjir di wilayah tersebut, yakni di RT 5 Desa Bentot, selain itu juga, dirinya bersama pejabat terkait meninjau beberapa titik lokasi rawan banjir dan sekaligus berbincang hangat dengan masyarakat sekaligus berkunjung ke rumah warga yang sedang berduka.
Disampaikan Wabup, bantuan yang diberikan tersebut adalah bantuan terakhir dari pemerintah daerah untuk warga terdampak banjir di Kecamatan Patangkep Tutui. Sebelumnya, kata Wabup, dirinya berserta pejabat lain sudah melakukan pemantauan ke wilayah Kecamatan Dusun Tengah, Awang dan Paku.
“Ini hari terakhir penyaluran bantuan yang saya pimpin. Dua hari lalu di Dusun Tengah, kemaren di Awang dan Paku, dan hari ini terakhir di Patangkep Tutui,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak boleh sampai disini saja untuk menyalurkan bantuan. Akan tetapi, kata Adi, setiap kunjungan harus dimanfaatkan untuk mencari informasi untuk mengatasi persoalan banjir tiap tahun.
“Kita tidak ingin setiap kejadian banjir hanya datang membawa bantuan. Yang lebih penting adalah meninjau langsung dan mencari solusi agar wilayah rawan banjir ini bisa diminimalisir ke depannya,” jelas Adi Mula Nakalelu.
Diakuinya, bantuan sembako ini sangat dibutuhkan oleh warga untuk meringankan sedikit beban, sebab ini tidak akan menyelesaikan akar persoalan.
“Bantuan ini hanya bertahan beberapa hari. Yang kita pikirkan bersama adalah bagaimana mencegah banjir agar tidak terus berulang dan berdampak parah,” kata Adi.
Dirinya menyatakan komitmen kepada masyarakat khususnya Patangkep Tutui untuk duduk bersama dengan pemerintah kecamatan dan desa, guna membahas langkah konkret penanganan banjir secara menyeluruh.
Sementara itu, Camat Patangkep Tutui, Simon Stevins Oktavianus, menyebut ratusan KK penerima bantuan di empat desa yakni, Desa Bentot, Ramania, Pulau Padang, dan Mawani. Dari jumlah desa tersebut, hanya tiga desa yang terdampak antara lain, Desa Bentot, Ramania, dan Pulang Padang.
“Penyaluran bantuan dari pemerintah daerah dilakukan secara simbolis di desa Bentot, selanjutnya akan diambil dan distribusikan oleh masing-masing desa terdampak,” tegas Simon.
Diceritakannya, karakteristik banjir di Patangkep Tutui pada umumnya berlangsung selama dua hingga tiga hari, dengan aliran air yang bergerak dari desa di dataran lebih tinggi menuju wilayah yang lebih rendah.
“Banjir biasanya dimulai dari Desa Bentot, Ramania, dan terakhir Pulang Padang. Pola alirannya sudah bisa terbaca,” jelasnya.
Dirinya sangat berharap agar pemerintah daerah bisa langsung memperjuangkan langkah kongkret seperti normalisasi sungai agar persoalan banjir dapat segera ditangani secara baik. (ags)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah