
Beritakalteng.com, BUNTOK – Guna menjaga nama baik daerah, Dandim 1012/Buntok, Letkol Inf. Hendro Wicaksono meminta agar masyarakat tidak memviralkan kisruh kupon undian jalan sehat peringatan HUT Kemerdekaan RI yang Ke-78 tahun di Kabupaten Barito Selatan.
Kisruh ini sendiri merupakan buntut kekecewaan dari lebih separuh peserta jalan santai yang mengaku tidak mendapatkan kupon undian doorprize.
Menanggapi hal tersebut dan untuk menjaga nama baik kabupaten bersemboyan Dahani Dahanai Tuntung Tulus itu, Dandim meminta kepada masyarakat untuk tidak memviralkan dan mengekspose peristiwa terkait kisruh kupon.
“Pesan satu lagi dari saya, jangan membuat nama Barsel jadi jelek gara-gara ini. Kita jaga nama Barsel, jaga nama Buntok kita, bapak Bupati sudah mengadakan acara seperti ini, sudah luar biasa, spektakurler, tapi jangan dinodai dengan hal-hal seperti ini, kita bisa atur lagi apabila negatif menjadi lebih bagus,” pesannya.
“Jangan ini nanti malah mencuat kemana-mana, ya ini para wartawan jangan ya, jangan diekspose jangan di ini, karena ini masalah kita bersama. Ada kesalahan yang meminta kupon juga, jadi sama-sama salah kita,” tambahkan Hendro.
Sebelumnya, untuk menenangkan massa yang mulai memanas dan melakukan protes, Hendro Wicaksono menyampaikan informasi perubahan aturan kegiatan.
Menurut dia berdasarkan hasil dari perundingan antara seluruh element pemerintah kabupaten Barsel bersama Forkopimda, diputuskan bahwa pengundian dan pembagian hadiah jalan sehat ditunda.
“Begini bapak-bapak, ibu-ibu, kita sudah mengambil keputusan, baik pak Kapolres, saya dan nanti pak Deddy Winarwan (Pj Bupati), kita akan akomodir, pengundiannya akan diulang,” sampaikan Hendro di lokasi kegiatan yakni Stadion Batuah, Buktok yang disambut tepuk tangan meriah para peserta.
Namun, terang Hendro lagi, ada sejumlah aturan yang akan berubah, yakni kupon undian akan dibagikan kepada para peserta melalui kepala desa, RT, lurah dan kepala sekolah di masing-masing wilayah.
Jadi untuk seluruh peserta yang turut hadir pada kegiatan jalan santai ini, diharapkan bisa mendaftarkan diri mereka masing-masing, baik itu kepada RT, lurah atau kepala desa, sedangkan bagi para siswa diharapkan melaporkan diri kepada kepala sekolah masing-masing.
“Dengarkan mekanismenya, kita akan bagikan (kupon) kepada masing-masing kepala desa, RT, kepala sekolah, tercatat yang daftar. Kalau tidak tercatat berarti tidak akan dapat kupon!” terang Dandim.
“Yang di sekolah berarti serahkan ke kepala sekolahnya, gurunya mencatat berapa orang, serahkan ke panitia, jadi kalau tidak dapat minta dari kepala sekolahnya. Ke dinas juga kepala dinasnya, ke desa kepala desa sampai RT-nya catat ada berapa yang ikut, nanti catat berapa jumlahnya. Nanti kalau ada misalnya 10 orang kepala desa atau RT-nya menyimpan sepuluh-sepuluhnya, laporkan ke saya, ke pak kapolres!” tegasnya.
Meskipun diakui oleh Hendro, sebenarnya kupon yang dicetak oleh panitia ada 6.000 lembar, namun dikarenakan tidak tertibnya para peserta pada saat pembagian kupon, menyebabkan kekacauan sehingga panitia memilih untuk menghamburkan kupon-kupon tersebut ke tengah kerumunan massa.
“Kupon sebenarnya ada 6.000, kesalahannya tadi teman-teman (peserta) yang di depan mendorong-dorong panitia yang membagikan kupon. Akhirnya daripada dia jatuh, menyelamatkan (diri), ya sudah lemparkan (kupon). Itu karena tidak tertib, jadi jangan menyalahkan yang membagi kupon,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Deddy Winarwan mengatakan bahwa berdasarkan hasil kesepakatan Forkopimda, hadiah jalan sehat akan diundi pada minggu depan.
“Kita akan data ulang lagi per desa, per kelurahan, per RT, untuk sekolah ke kepala sekolah, ke gurunya, untuk komunitas, ke ketua komunitasnya,” sampaikan Deddy.
“Jadi minggu depan tidak perlu lagi jalan sehat, cukup datang ke stadion ini, sepakat kawan-kawan? Semua hadir, jadi minggu depan kita semua hadir untuk mengundi saja, satu minggu, senin sampai jumat kita bagi kuponnya,” akhiri Pj Bupati dan disambut tepuk tangan meriah peserta.
Sementara itu, ketua panitia, Agus In’yulius, menerangkan bahwa sebenarnya pantia sudah menyiapkan setidaknya 8.000 kupon, yaitu 6.000 kupon yang dibagikan dan 2.000 kupon cadangan.
“Perhitungan kami sebenarnya sudah pas ya, karena tadi (yang hadir) tidak sampai 5.000 lah paling tidak orang itu, jadi menurut kami sudah cukup kupon yang disediakan. Nah masalah pembagian tadi saya dengar dari kawan-kawan (panitia) di sana itu kan dikeroyok itu kan untuk membagi itu, jadi tidak bisa (terakomodir) karena ada yang mengambil lebih itu,” jelasnya.
Menyangkut adanya informasi dari sejumlah peserta bahwa ada beberapa oknum dari SOPD yang menyimpan kupon di dalam beberapa box untuk dibagikan kepada anggota instansinya masing-masing, menurut Agus masih belum bisa dipastikan dan akan dilakukan pengecekan.
“Nah itu yang belum kita ini pak, belum tau kalau yang itu saya, karena di lapangan kan kawan-kawan semua yang mengerjakan. Masalahnya kita masih kroscek ini ya,” tutupnya.(Sebastian)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah