Bauksit Diprakirakan Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Kalteng Triwulan III Tahun 2023 Melambat

PALANGKARAYA – Diprakirakan sektor pertambangan masih akan mempengaruhi melambatnya pertumbuhan ekonomi di triwulan III tahun 2023, seiring dengan adanya larangan ekspor bauksit.

Seperti yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan yang akan datang, “bau” bauksit atau penyebab masih akan mempengaruhi. Dugaanya, kondisi akan membaik pada tahun 2024 mendatang.

“kalau tidak ada kebijakan pemerintah tentang larangan ekspor, lancar-lancar saja. Kalimantan Tengah memiliki sumber daya alam, salah satunya penghasil bauksit. Jadi bauksit ini kan 80 persen ekspor dan 20 persennya dikirim ke daerah lain,” kata Eko, Senin (07/8/2023) di Kantor BPS Kalteng.

Berbeda ujar Eko, dengan crude palm oil atau CPO 20 persen di ekspor dan 80 persenya dikirim ke daerah lain. Ketika bauksit dilarang ekpor, Kalteng “kaget”.

Kendati komoditi bauksit bukan utama, melainkan batubara. Namun ketika dibayangkan semisal 100 perasen, 70 persenya batu bara dan 30 persenya bauksit.

“tiba-tiba saja tidak ada, kan menjadi turun. walaupun sektor lainya tumbuh. tapi peranan ini (sektor pertambangan.red) nomor dua, jadi berpengaruh terhadap total pertubuhan. Untungnya masih posotif, hanya melambat,” jelasnya menambahkan.

Eko juga menjelaskan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha. pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2023 terhadap triwulan II tahun 2022 (y on y) mengalami pertumbuhan sebesar 2,96 persen.

Lapangan usaha mengalami pertumbuhan  tertinggi adalah jasa keuangan dan asuransi 12,9 persen. Diikuti kontruksi 12,7 persen dan industri pengolahan 10,94 persen. Namun terdapat salah satu lapangan usaha yang mengalami kontraksi yakni pertambangan dan penggalian sebesar 17,89 persen.

“Kategori industri pengolahan memberikan andil paling besar 1,68 persen yang diikuti oleh pertanian, kehutanan dan perikanan 0,09 persen serta perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor 0,86 persen,” katanya menambahkan.

Struktur PDRB Kalimantan Tengah menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan II tahun 2023 didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 21,17 persen.

Diikuti oleh industri pengolahan 16,2 persen dan pertambangan dan penggalian sebesar 13,6 persen. Ketiga lapangan usaha tersebut memiliki peranan lebih dari setengah perekonomian kalimantan tengah atau 50,34 persen.(a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *