Melalui Workshop RAD-PKSB, Wujudkan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Kabupaten Pulang Pisau

FOTO : Workshop Rencana Aksi Daerah-Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-PKSB)” di Aula BAPPEDA Kabupaten Pulang Pisau

 

BERITAKALTENG.COM. Pulang Pisau – Dalam upaya memahami perkembangan implementasi Rencana Aksi Daerah-Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-PKSB) di Kabupaten Pulang Pisau melalui pendekatan yurisdiksi, sekaligus mensosialisasikan rencana riset berbasis ToA, ToC, dan MEF.

Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) Universitas Palangka Raya dan Center for International Forestry Research (CIFOR) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau menyelenggarakan kegiatan Workshop, Senin (12/12/2022).

Kegitatan yang terlaksana di di Aula BAPPEDA Kabupaten Pulang Pisau tersebut dihadiri sekitar 60 orang, terdiri dari perwakilan OPD terkait perkebunan kelapa sawit di Pulang Pisau, tokoh masyarakat adat, LSM lokal/regional dan perwakilan pekebun/petani mandiri sawit di Pulang Pisau.

Berbagai narasumber dihadiri dalam kegiatan tersebut yakni Agung Catur Prabowo, S.Hut., M.P. dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah), Dr. Diharyo, S.T., M.T. selaku Ketua APKASINDO Pulang Pisau, Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D. selaku Direktur PPIIG Universitas Palangka Raya, dan Prof. Dr. Herry Poernomo, M.Comp. selaku Country Director CIFOR-ICRAF Indonesia/Guru Besar IPB University.

Mewakili Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Agung Catur Prabowo, S.Hut dalam sambutanya menyampaikan perihal pelaksanaan capaian pelaksanaan dan dinamika perkembangan RAD-PKSB yang saat ini tengah berjalan.

“masalah dan tantangan pelaksanaan RAD-PKSB Kalimantan Tengah yang di antaranya adalah Keterbatasan Anggaran, Kurangnya Tenaga Penyuluh, Ketidakselarasan Pemahaman, Kurangnya Kapasitas SDM Petani Sawit, Rendahnya Produktivitas, dan Lokasi Kebut Sawit Rakyat yang berada dalam Kawasan Hutan,” jelas Agung.

Ditempat yang sama, Direktur PPIIG Universitas Palangka Raya, Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D. menjelaskan perihal peluang dan tantangan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Pulang Pisau.

 

FOTO : Sejumlah Narasumber ketika menyampakan materi dalam kegiatan Workshop Rencana Aksi Daerah-Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-PKSB)” di Aula BAPPEDA Kabupaten Pulang Pisau

 

“Dengan mempertimbangkan peran kelapa sawit dalam perekonomian, luas wilayah dan produksi kelapa sawit, Kabupaten Pulang Pisau berpeluang menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional/daerah dan menyerap banyak tenaga kerja,” kata Hendrik.

Di samping itu lanjutnya, adanya sengketa terkait konflik lahan, keterbatasan sumber pendanaan, tekanan issue lingkungan, keterbatasan SDM dan tenaga terampil, serta ekses otonomi daerah menjadi tantangan dalam pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Pulang Pisau.

Country Director CIFOR-ICRAF Indonesia/Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Herry Poernomo, M.Comp. menyampaikan terkait overview proyek penelitian yang dikerjakan PPIIG-UPR dan CIFOR-ICRAF Indonesia tentang scaling jurisdictional approaches in the Indonesian palm oil sector.

” tentunya dengan tujuan untuk meningkatkan kesiapan 4 kabupaten produsen kelapa sawit (termasuk Kabupaten Pulang Pisau) untuk mengimplementasikan program yurisdiksi (jurisdictional program) melalui pendekatan partisipatif, multistakeholder, dan inklusif gender,” Jelas Prof.Herry.

Kegiatan workshop tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau yang diwakili Kepala Bidang Perkebunan Distan Pulang Pisau,Tata Ali Sumitra, S.Hut., dan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau,Drs. Edy Purwanto Casmani.

Berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan workshop, Dr. Diharyo, S.T., M.T. menyampaikan materi terkait tantangan, perkembangan, dan harapan pekebun sawit di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

di sesi kedua kegiatan dilanjutkan dengan FGD yang dipandu oleh Dr. Dhanu Pitoyo, M.Si. (Wakil Direktur PPIIG-UPR) dan Abdi Rahmat (Tenaga Ahli KEHATI). Peserta workshop dibagi menjadi 2 kelompok besar di mana masing-masing kelompok akan berdiskusi untuk mengidentifikasi permasalahan, aktor dan risiko Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Kabupaten Pulang Pisau dari 4 aspek, yakni Legalitas, Produktivitas, Sosial, dan Lingkungan.(a2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: