Beberapa Kecamatan di Bartim Kembali Zona Hijau

FOTO : Kepala Dinas Komunikasi, Informatika Persandian dan Stastistik Kabupaten Barito Timur, Dwi Aryanto, Rabu (9/6/2021).

Beritakalteng.com, Tamiang Layang – Hari ini bertambah lagi 1 orang pasien dinyatakan sembuh dan tidak ada penambahan kasus positif Covid-19. Masyarakat Barito Timur diminta tetap semangat menjalankan protokol kesehatan.

Kabar tersebut disampaikan, Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Barito Timur, Drs. Dwi Aryanto mengatakan.

“Pada hari ini ada 1 orang pasien dinyatakan sembuh berasal dari Kecamatan Benua Lima dan tidak ada penambahan kasus positif Covid-19,” ucap Dwi Aryanto, Rabu (9/6/2021).

Dijelaskannya, secara kumulatif kasus Covid-19 di Kabupaten Barito Timur ini berjumlah 1096 kasus, dan sebanyak 1063 orang pasien dinyatakan sembuh, selanjutnya 14 orang dalam perawatan, dan 19 orang dinyatakan meninggal dunia.

Berikut jumlah 14 pasien yang masih dalam penanganan tersebar di wilayah enam kecamatan, dengan rincian dari Kecamatan Karusen Jabang 4 orang, Paju Epat 1 orang, Dusun Timur, 4 orang, Raren Batuah 1 orang Patangkep Tutui 2 orang dan terakhir Kecamatan Benua Lima 2 orang.

Lanjutnya, untuk empat kecamatan, yakni Kecamatan Pematang Karau, Kecamatan Dusun Tengah, Kecamatan Paku, dan Kecamatan Awang kembali zona hijau, sebab tidak ada lagi pasien Covid-19 yang dirawat.

Dirinya mengajak, masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan, agar terhindar dari wabah penularan Covid-19.

“Mari bersama-sama untuk lebih mendisiplinkan diri dan keluarga dalam mencegah dan memutus penyebaran Covid-19. Saya yakin masyarakat pasti bisa mendisiplinkan diri dalam penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dukungan dan komitmen seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan agar dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Barito Timur, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan 5M.

“Yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya.(ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: