Foto : Kapolres Barsel, AKBP Jecson R. Hutapea, S.I.K, M.H.

Kapolres Barsel Ingatkan SPBU dan Pelansir Untuk Tidak Mempermainkan Harga BBM

BeritaKalteng.com, BUNTOK – Kapolres Barito Selatan, AKBP Jecson R. Hutapea, SIK memperingatkan kepada pihak SPBU dan pelansiran agar tidak mempermainkan harga di tengah keterbatasan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Pesan ini disampaikan oleh Kapolres, saat ditemui di Kantornya di Jl. Soekarno-Hatta, Desa Sababilah, Kecamatan Dusun Selatan, Barsel, Rabu (6/5/2026).

“Kami pasti akan tindak tegas apabila ada yang mempermainkan harga BBM bersubsidi di tengah keterbatasan persediaan BBM seperti sekarang ini,” tegas Kapolres.

Diterangkan dia, sebagai bagian dari satuan tugas (Satgas) BBM, Polres Barsel berkomitmen untuk menjaga agar ketersediaan stok BBM bagi masyarakat tetap terpenuhi sesuai kebutuhan.

Untuk itu, Jecson juga memperingatkan kepada para pelansiran supaya jangan memperjualbelikan BBM yang menjadi kuota Barsel ke luar daerah, serta tidak boleh melakukan penimbunan BBM bersubsidi dalam jumlah besar.

“Kita menjaga ketersediaan BBM harus cukup sesuai kuota yang diberikan oleh pemerintah dan sesuai kebutuhan masyarakat di Barsel,” terangnya.

Dijelaskan dia, ketersediaan stok BBM sangat penting untuk menjaga stabilitas harga di daerah, agar tidak berdampak pada kenaikan yang terlalu tinggi terhadap biaya operasional dan harga-harga komiditi lainnya.

“Untuk itu kami imbau agar para pelaku usaha SPBU dan pengecer supaya tetap menjual sesuai harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, baik itu pusat maupun daerah,” ingatkan dia.

“Apabila ada yang berani melakukan penimbunan BBM terutama yang bersubsidi, kami akan tindak tegas,” tegas Jecson.

Foto : Selain menerbitkan Surat Edaran penetapan HET BBM, Pemerintah Kabupaten Barsel membentuk Satgas pengawasan, guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga BBM bersubsidi di daerah.

 

Berdasarkan pembaruan terbaru, Pertamina masih mempertahankan harga Pertalite di angka Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp12.300 per liter. Namun beberapa produk nonsubsidi mengalami kenaikan cukup tinggi. Pertamax Turbo kini naik menjadi Rp19.900 per liter, Dexlite menjadi Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex mencapai Rp27.900 per liter.

Meskipun harga sejumlah BBM bersubsidi dipertahankan oleh pemerintah di harga seperti sebelumnya, namun akibat adanya keterbatasan persediaan BBM mentah dampak dari ditutupnya selat Hormuz akibat perang antara Iran dan Amerika Serikat, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pembatasan kuota ke masing-masing daerah, guna menjaga ketersediaan BBM Nasional.

Hal inilah yang menenggarai jumlah keterbatasan stok BBM di daerah, dan dimanfaatkan oleh oknum “nakal” untuk menaikan harga di SPBU maupun eceran.

Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh media, di Barsel harga eceran di dalam Buntok dan sekitarnya, saat ini untuk Jenis Pertalite berkisar antara Rp13.000 – Rp15.000 per liter, untuk jenis Pertamax berkisar antara Rp15.000 – Rp17.000 per liter.

Sementara itu di beberapa desa yang jauh dari pusat kota, harga Pertalite tembus di kisaran Rp18.000 – Rp20.000 per liter dan Pertamax di kisaran Rp20.000 – 22.000 per liter.

Sedangkan, sebelumnya Pemerintah Daerah Barsel telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) di dalam Buntok dan sekitarnya, yakni untuk jenis Pertalite Rp13.000 per liter dan Pertamax Rp15.000 per liter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *