Foto : Ilustrasi (faktakalimantan.co.id)

Larangan Mudik Berpotensi Dorong Peningkatan Konsumsi Rumah Tangga Di Kalteng

Foto : Ilustrasi

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA –Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalteng, Fajar Hariadi menyampaikan, pertumbuhan perekonomian melalui perputaran uang di Kalteng saat libur Lebaran, mencapai ratusan milyar.

“perputaran uang tersebut akan meningkatkan konsumsi rumah tangga dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kalteng,” kata Fajar, selasa (11/5/2021).

Menurutnya, terjadinya meningkatnya perputaran di kalteng dipicu adanya kebijakan pemberlakuan larangan mudik lebaran sejak tanggal 6 hingga 17 Mei 2021, Selain menekan penyebaran Covid-19.

“Diperkirakan terjadi perputaran uang ratusan milyar dengan asumsi per keluarga membelanjakan paling sedikit Rp500 ribu selama liburan. Ini perkiraan perputaran uang paling rendah dan ada kemungkinan di atas itu,” ucapnya.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan seruyan ini juga mengatakan, sebelum masa pandemi Covid-19,  uang tersebut akan mengalir ke daerah tujuan mudik.

Namun, pemberlakuan larangan mudik yang sangat ketat tahun 2021, uang masyarakat berpotensi beredar hanya di seputaran wilayah Kalteng.

Pasalnya, tenaga kerja khususnya dibidang perkebunan, pertambangan dan sektor lainnya di dominasi masyarakat perantau yang secata otomatis tidak mudik.

“Kebanyakan tenaga kerja diwilayah kita seperti di perkebunan dan pertambangan, lebih di dominasi oleh masyarakat dari luar daerah.

Apalagi perputaran tersebut tambah dengan belanja pemerintah melalui Tunjangan Hari Raya (THR) yang di berikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan POLRI.

“diperketatnya larangan mudik keluar Kalteng oleh Gubernur Suganto Sabran saya sikapi dari sudut pandang positif, sebagai bagian dari pemulihan ekonomi daerah dan saya apresiasi hal tersebut,” ujarnya lebih dalam.

Pendapatan para tenaga kerja Kalteng yang mudik ke kampung halamannya tiap tahun, berjumlah puluhan ribu orang dan hal tersebut tentunya berdampak pada perputaran uang di Kalteng jauh lebih lambat.

“Setiap tahun biasanya puluhan ribu meraka mudik ke kampung halaman dan mengalirkan uang ke daerah asalnya. Namun, tahun ini keluarga di kampung hanya menerima kiriman uang lebaran karena larangan mudik, dan sebagian di belanjakan di daerah,” tandasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kalteng yang membidangi Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) ini tak lupa mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes), mengingat angka penyebaran pandemi Covid-19 di Bumi Tambun Bungai terus mengalami peningkatan.

“Untuk mengantisipasi penyebaran covid 19 selama musim libur Idul Fitri, agar pemerintah dapat mempersiapkan Satgas atau petugas keamanan untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan dalam melaksanakan Prokes,”

“Kepada umat muslim di Kalteng, tidak lupa saya ucapkan selamat menyambut hari kemenangan, selamat merayakan idul fitri dan saya menghimbau tetap mematuhi protokol kesehatan,” tutupnya.(a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *