Tangani Pasien Covid-19, Dua Dokter di Kalteng Berstatus PDP

Foto : Wakil Ketua Tim Gugus Tugas percepatan penanganan COVID-19, dr Suyuti Syamsul

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Wakil Ketua Tim Gugus Tugas percepatan penanganan COVID-19, dr Suyuti Syamsul menyebutkan, dalam rangkaian upaya pencegahan dan antisipasi COVID-19 di Indonesia, tim medis baik itu dokter maupun perawat, menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan antisipasi persebaran.

Tidak hanya itu, dr Suyuti juga mengatakan bahwa resiko yang dihadapi para tim medis pun sangat besar, pasalnya dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini, para tim medis sangat rentan terpapar virus tersebut.

Bahkan, dalam upaya penanganan yang dilakukan oleh tim medis Gugus Tugas COVID-19 Kalteng, yang bertugas di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, sudah ada 2 (dua) orang dokter yang masuk ke dalam PDP.

dr Suyuti mengatakan, 2 (dua) orang dokter tersebut bertugas di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Dimana, mereka merupakan bagian dari tim medis, yang menangani pasien PDP di ruang isolasi dr Doris Sylvanus Palangka Raya.

“Saat ini, keduanya juga sedang dirawat di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, mereka berstatus PDP. Kita doakan bersama, semoga saja hasil laboratorium nya nanti dinyatakan negatif, sehingga mereka bisa sehat kembali, serta memberikan layanan kesehatan,” Ucap dr Suyuti yang sekarang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng tersebut, kamis (26/3)

Sambung dr Suyuti, tidak bisa dibayangkan ketika nanti, misalnya banyak para tim medis yang menangani pasien COVID-19, juga turut terjangkit virus tersebut, maka dipastikan, sedikit banyak akan berpengaruh pada layanan kesehatan kedepannya.

“Inilah salah resiko dari para tim medis, ketika melawan dan menangani COVID-19. Kita juga doakan bersama, agar para tim medis dalam bertugas, dapat selalu diberikan kesehatan dan kemampuan, serta perlindungan agar tidak ikut terjangkit COVID-19,” Kata dr Suyuti menambahkan.

Selain itu, tak bosan-bosannya Ia kembali menghimbau dan mengingatkan masyarakat, agar dapat berdiam di rumah (stay at home), dan tetap menerapkan Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS), bagi masyarakat yang sakit harus menggunakan masker, serta menerapkan Sosial Distancing, dan mematuhi berbagai anjuran pemerintah.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: