Buku Materi Muatan Lokal Karya Pemda Kotim Mulai Diterapkan

Foto : Buku Materi Muatan Lokal yang disusun Pemda Kotim sejak tahun 2017 lalu.

Beritakalteng.com, SAMPIT-  Selain berbasis baca tulis hitung, pendidikan karakter di sekolah dasar, dapat dilakukan melalui pendidikan muatan lokal (mulok). Sebab, pendidikan mulok menjadi hal penting, dalam membentuk karakter, akhlak, spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, serta keterampilan para peserta didik.

Dalam rangka mendorong hal itu, pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, menggelar kegiatan penguatan guru mulok tingkat SD dan SMP, yang dilaksanakan pada tanggal 2 sampai dengan 4 Desember 2019 lalu di Sampit.

Kegiatan yang mengikutsertakan peserta sebanyak 50 orang, dari para tenaga pendidik (guru,red) yang mengajar mata pelajaran mulok. Baik di tingkat SD pada kelas IV-VI, maupun SMP pada kelas VII-IX, yang ada di sejumlah daerah yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Yangmana, menjadi salah satu tujuan kegiatan tersebut, ialah untuk memastikan, agar para guru mulok, dapat mengimplementasikan bahan ajar, yang termuat dalam buku muatan lokal, yang disusun oleh pemerintah Kotim bersama tim penulis, diantaranya Dr Elmalia Tara, Helen Lusiana MSi dan Dr Renhart Jemi.

Kepala Disdik Kabupaten Kotim, H Suparmadi SE MM menyampaikan bahwa pentingnya penguatan kepada guru yang mengajar muatan lokal. Agar dapat memahami dan menguasai isi materi yang ada pada buku mulok tersebut.

Saat ini, Kotim sudah menyusun buku mulok sejak tahun 2017 lalu, dan pada tahun 2018 sudah dicetak dan didistribuksikan kepada masing-masing guru SD dan SMP. Sehingga, harapannya dapat mentranformasi materi-materi muatan lokal yang ada pada buku muatan lokal tersebut, kepada para peserta didiknya masing-masing.

“Oleh sebab itu, guru-guru mulok perlu mendapat penguatan, untuk lebih lanjut mengerti isi dari buku mulok tersebut. Dan, ketika para guru mulok sudah mengerti dan paham, bahkan menguasai materi buku  tersebut, maka dalam kegiatan belajar mengajar muatan lokal, akan semakin mudah pula,” ungkap H Suparmadi.

Sambungnya, apilkasi buku muatan mulok untuk SD dan SMP di Kotim Provinsi Kalteng ini, dinilai sudah sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Kalteng No 22 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal dan Peraturan Meteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013.

Dalam, kegiatan penguatan guru mulok, para peserta yang terdiri dari guru mulok, diajak oleh pemateri untuk lebih lanjut, bagaimana menerapkan materi tentang kebijakan pendidikan muatan lokal, metode dan perangkat mengajar, baik itu di tingkat SD maupun SMP.

Peserta juga dibawa untuk mensimulasikan proses mengajar, dengan berkunjung ke Museum Kayu Sampit, dan membuat vlog bahan ajar.

Sementara itu, menurut Dr Renhart Jemi saat didampimgi Dr Elmalia Tara dan Helen Lusiana MSi sebagai penulis buku muatan lokal, menyampaikan bahwa isi buku mulok tersebut, berisi 12 kearifan lokal masyarakat Dayak di Kalteng, yakni Bahasa dan Sastra Daerah, Kesenian Daerah, Keterampilan dan Kerajinan Daerah, Adat Istiadat dan Hukum Adat, Sejarah lokal, Teknologi lokal, Lingkungan Alam.

Obat-obtan Trasional, Masakan Tradisonal, Busana Tradisional, Olah Raga Tradisional dan Nilai Budaya Lokal dalam prespektif global, hal itu juga sebagaimana adanya  Perda Provinsi Kalteng No 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Hal senada disampaikan, Kasi Pendidikan SMP Disdik Kotim, Sih Widada SPd yang mewakili KaDisdik Kotim mengatakan, setelah kegiatan penguatan guru  muatan lokal ini, diharapkan selanjutnya para guru dapat mengembangkan pengetahuan dan kompetensinya tentang muatan lokal.

Dan, sebagai informasi tambahan, di akhir kegiatan juga dilakukan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba vlog bahan ajar muatan lokal, tingkat SD dan SMP. (YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: