Tantangan Lulusan Perguruan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0 Semakin Meningkat

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Puncak peringatan Dies Natalis Universitas Palangka Raya (UPR) Ke 56 Tahun, dilaksanakan dengan Upacara Bendera, yang sekaligus pula memperingati Hari Pahlawan Tahun 2019, Senin (11/11).

Tampak, halaman gedung utama Rektorat UPR ‘menguning’, karena dipenuhi oleh ribuan mahasiswa yang mengenakan jas almamater kebangaan UPR yang berwarna kuning, serta civitas akademika yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan tenaga administrator.

Bertindak selaku inspektur upacara, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran, dan turut hadir dalam upacara bendera tersebut, kepala SOPD di lingkup Provinsi Kalteng, serta sejumlah perwakilan Forkompinda Kalteng.

Dalam sambutannya selaku inspektur upacara, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menyampaikan, kehidupan modern di era global ini akan semakin kompleks, masyarakat akan semakin terbuka, tingkat kompetisi akan semakin tajam, tiada ruang dan waktu tanpa kompetisi. Situasi seperti ini yang sedang di hadapi.

Di sisi lain, tantangan bagi lulusan perguruan tinggi di era Revolusi Industri 4.0 semakin meningkat. Oleh karena itu, setiap lulusan harus memiliki kompetensi yang mumpuni untuk bersaing secara global.

Lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya mampu bekerja di Instansi Pemerintah, perusahaan dan instansi lainnya, namun juga memiliki jiwa kewirausahaan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan memanfaatkan peluang yang muncul dari Revolusi Industri 4.0.

“Perguruan tinggi, saat ini dihadapkan dengan tantangan untuk mempersiapkan dan melengkapi Sumber Daya Manusia dengan kompetensi serta keterampilan yang tepat untuk menghadapi revolusi industri ke 4.”

“Agar terus mampu berkontribusi
terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu tingkat kesadaran untuk terus belajar, menambah dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan harus melekat dalam diri kita semua,” kata Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

Sambung, H Sugianto Sabran yang juga selaku ketua Dewan Pertimbangan/Penyantun UPR menuturkan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pergeseran pada sektor lapangan kerja, dan tuntutan baru di bidang penguasaan kompetensi, harus dapat diantisipasi secara cermat.

Peluang dan tantangan kerja di tingkat lokal, domestik dan internasional harus diidentifikasi dan dijadikan rujukan dalam memilih jenis dan program yang akan dilaksanakan.

Masih ditempat yang sama, seusai Upacara Bendera, Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi mengutarakan, pada usianya yang ke 56 Tahun, tentunya UPR akan terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, guna mempersiapkan sdm Kalteng yang memiliki kompetensi, keahlian dan daya saing, untuk sekiranya lulusan UPR mampu menghadapi era revolusi industri 4.0.

“UPR sebagai perguruan tinggi, tentunya sangat konsen dalam mempersiapkan sdm yang handal, yang harapannya dapat turut serta terlibat dalam pembangunan daerah di Kalteng ini,” ujar Dr Andrie Elia SE MSi yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng.

Sebagai informasi tambahan, seusai pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Dies Natalis UPR Ke – 56 Tahun, Pemerintah Provinsi Kalteng melakukan penandatangan MoU dengan UPR.

Selain itu, pada kesempatan yang sama juga pihak UPR meluncurkan aplikasi E-Trust, yakni aplikasi database para alumni UPR dari angkatan pertama hingga sekarang.

Dan, Gubernur juga berkesempatan menyerahkan beasiswa Bidik Misi Kalteng Berkah, kepada sejumlah perwakilan mahasiswa penerima beasiswa tersebut.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: