Abdul Hafid

Nilai Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi Dapat Dorong Usaha Masyarakat Kalteng

Palangka Raya, Beritakalteng.com – Legislator DPRD Kalteng, Abdul Hafid, menilai pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomi dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat di Kalimantan Tengah. Pengelolaan sampah secara tepat tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi apabila dilakukan secara kreatif dan berkelanjutan.

Menurutnya, sampah yang selama ini dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai jual. Melalui pengolahan yang tepat, sebagian sampah dapat diubah menjadi barang yang memiliki manfaat dan berpeluang menambah penghasilan masyarakat.

“Pemanfaatan sampah bernilai ekonomi juga dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong tumbuhnya usaha kecil di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini bisa dimulai dari rumah tangga dengan memilah sampah yang masih dapat digunakan kembali atau didaur ulang,”jelas Abdul.

Salah satu jenis sampah yang berpotensi dimanfaatkan adalah sampah plastik, kertas, kardus, dan bahan lain yang dapat didaur ulang. Jika dikumpulkan dan dipilah dengan baik, bahan-bahan tersebut dapat disalurkan kepada pengepul atau diolah menjadi produk baru yang memiliki nilai jual.

Selain membantu mengurangi timbunan sampah, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melihat sampah sebagai sumber daya yang masih memiliki manfaat. Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan sekaligus perekonomian warga.

Abdul menilai, masyarakat perlu mendapatkan informasi dan pendampingan mengenai cara mengelola sampah yang memiliki nilai ekonomi. Pengetahuan tersebut dapat membantu warga memahami jenis sampah yang dapat dimanfaatkan serta cara mengumpulkan dan memilahnya dengan benar.

“Peluang usaha dari pemanfaatan sampah juga dapat dikembangkan melalui kelompok masyarakat. Warga dapat bekerja sama mengumpulkan bahan yang bisa didaur ulang, mengembangkan kerajinan, atau menjalankan kegiatan pengolahan sampah sesuai potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing,”tuturnya.

Di sisi lain, dukungan pemerintah daerah diperlukan untuk memperkuat pengelolaan sampah yang berorientasi pada manfaat ekonomi. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan keterampilan, serta pengembangan fasilitas pengumpulan dan pemilahan sampah.

Pelatihan pengolahan sampah juga dapat membantu masyarakat menghasilkan produk yang lebih menarik dan memiliki nilai jual. Dengan keterampilan yang sesuai, bahan bekas yang sebelumnya dibuang dapat diolah menjadi barang berguna untuk kebutuhan sehari-hari maupun produk kerajinan, Selasa (26/10/2026).

Selain keterampilan, pemasaran menjadi hal penting agar produk hasil pemanfaatan sampah dapat dikenal lebih luas. Masyarakat dapat memanfaatkan pasar lokal dan media digital untuk memperkenalkan produk, selama kualitas dan kebutuhan pasarnya diperhatikan.

“Dari Pemanfaatan sampah bernilai ekonomi diharapkan dapat mendorong masyarakat semakin aktif menjaga kebersihan lingkungan. Apabila dilakukan secara teratur, kegiatan tersebut berpotensi mengurangi sampah yang dibuang sekaligus membuka kesempatan bagi warga untuk memperoleh tambahan pendapatan,”imbuhnya.

Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah juga perlu terus ditingkatkan. Kebiasaan tersebut dapat mempermudah proses pengumpulan dan pengolahan, sekaligus mengurangi sampah yang tercampur sehingga sulit dimanfaatkan kembali.

“Agar pemanfaatan sampah bernilai ekonomi dapat dikembangkan sebagai salah satu peluang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Melalui kreativitas, keterampilan, dan dukungan berbagai pihak, pengelolaan sampah diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung lingkungan yang lebih bersih dan sehat,”pungkasnya. (Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *