Rahadian Fani

Soroti Perlindungan Anak untuk Membangun Generasi Berkarakter di Kalteng

Palangka Raya, Beritakalteng.com – Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Rahadian Fani, menilai perlindungan anak di lingkungan sekolah menjadi hal penting untuk menumbuhkan generasi yang sehat, aman, dan berkarakter. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak untuk membangun kepribadian, mengembangkan potensi, dan belajar menghargai sesama.

“Perlindungan anak di sekolah perlu menjadi perhatian bersama karena setiap peserta didik berhak memperoleh lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Dengan perlindungan yang baik, anak-anak diharapkan dapat mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa rasa takut terhadap ancaman, kekerasan, perundungan, maupun perlakuan yang merendahkan,”kata Rahadian.

Menurutnya, upaya melindungi anak membutuhkan keterlibatan pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat. Kerja sama tersebut diperlukan agar berbagai persoalan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak bisa dikenali dan ditangani secara tepat, Selasa (27/10/2026).

“Lingkungan sekolah yang aman juga berperan dalam membentuk karakter peserta didik. Melalui kebiasaan saling menghormati, bersikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, anak-anak dapat belajar menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,”ucapnya.

“Perundungan atau bullying menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Tindakan mengejek, mengucilkan, mengancam, maupun melakukan kekerasan dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kenyamanan anak saat mengikuti kegiatan belajar,”tuturnya.

Karena itu, sekolah perlu memiliki aturan yang jelas mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap peserta didik. Aturan tersebut perlu disertai langkah nyata agar setiap anak mengetahui haknya untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan ketika menghadapi masalah.

Rahadian menilai, pendidikan karakter perlu berjalan seiring dengan upaya perlindungan anak. Anak tidak hanya perlu mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga perlu dibimbing untuk menghargai perbedaan, mengendalikan perilaku, dan membangun hubungan yang sehat dengan teman-temannya.

“Peran guru juga sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang positif. Guru dapat menjadi teladan dalam bersikap adil, memberikan arahan, serta membangun komunikasi yang terbuka agar peserta didik merasa dihargai dan berani menyampaikan persoalan yang mereka alami,”imbuhnya.

Selain pihak sekolah, orang tua perlu menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Perhatian terhadap perubahan perilaku, kondisi emosional, dan pengalaman anak di sekolah dapat membantu keluarga mengenali lebih awal apabila terdapat persoalan yang membutuhkan pendampingan.

“Upaya pencegahan juga dapat dilakukan melalui edukasi mengenai hak anak, sikap saling menghormati, serta penggunaan teknologi secara bijak,”tegasnya.

“Pemahaman tersebut penting agar anak mampu menjaga diri, memahami batasan perilaku, dan mengetahui cara mencari pertolongan ketika menghadapi situasi yang tidak aman,”sambung dia.

Sekolah juga perlu memastikan bahwa setiap laporan mengenai kekerasan atau perundungan ditanggapi secara serius dan ditangani dengan mengutamakan keselamatan anak. Penanganan yang tepat, adil, dan tidak menyalahkan korban dapat membantu menciptakan rasa aman bagi seluruh peserta didik.

Perlindungan anak yang berjalan dengan baik diharapkan mampu mendukung proses belajar dan perkembangan kepribadian. Anak-anak yang merasa aman dan dihargai memiliki ruang lebih baik untuk mengembangkan kemampuan, membangun persahabatan, serta berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.

“Ya, berharap seluruh pihak terus memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan di Kalimantan Tengah. Melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang aman sekaligus mendukung lahirnya generasi yang berkarakter, berprestasi, dan menghargai sesama,”takasnya. (Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *