Foto : Kepala ULP PLN Buntok, Vivin Aprianor (tengah) bersama sejumlah staff teknis, pelayanan pelanggan dan safety, melaksanaka press rilis terkait pemadaman listrik bergiliran di wilayah Barsel, Selasa (30/6/2026).

Sejumlah Mesin Pembangkit Kembali Rusak, PLN Kasel-Teng Masih Berlakukan Pemadaman Listrik Bergiliran

Beritakalteng.com, BUNTOK – Hingga pertengahan bulan September 2026, PT PLN Persero masih memberlakukan pemadaman listrik bergilir di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Pelanggan pertanyakan komitmen PLN terkait pelayanan dan pemberian kompensasi.

Menanggapi hal ini, Kepala PLN ULP Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Vivin Aprianor menerangkan bahwa kondisi terkini pasokan sistem kelistrikan  Kalimantan mengalami penurun keandalan akibat gangguan pada sejumlah pembangkit, antara lain PLTU Cahaya Fajar Kaltim (Kutai Kartanegara), PLTU Kaltim Prima Coal (Kutai Timur), PLTU Teluk (Balikpapan), PLTMG Bangkanai.

Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasokan listrik belum optimal. PLN bekerja maksimal mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja. Pembangkit yang terdampak diproyeksikan masuk kembali ke sistem secara bertahap pada minggu ketiga hingga minggu keempat September 2026.

Selain pemulihan pembangkit utama, PLN juga mengupayakan percepatan penambahan sejumlah pembangkit sewa, yaitu: Pembangkit Batulicin (10 MW), Pembangkit sewa tahap 1 (total daya 158 MW), Pembangkit sewa tahap 2 (total daya 120 MW).

Mengenai kompensasi bagi pelanggan yang terdampak pemadaman, PLN tetap berkomitmen melaksanakannya sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025.

Saat ini PLN sedang melakukan pengolahan, perhitungan, dan verifikasi data pelanggan terdampak. Karena mencakup sebagian besar wilayah Kalsel-Teng, proses ini dilakukan secara cermat agar seluruh perhitungan kompensasi tepat sasaran dan sesuai regulasi.

“Untuk pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap seiring koordinasi intensif yang terus kami lakukan bersama Kementerian ESDM,” terang dia via pesan singkat, Senin (14/9/2026).

“Saya selaku Manager ULP Buntok beserta seluruh jajaran memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan Bapak, Ibu, dan seluruh warga Barito Selatan akibat kendala kelistrikan saat ini. Kami sangat memahami betapa berharganya kelancaran pasokan listrik bagi aktivitas kita sehari-hari,” tutur Vivin menambahkan.

Saat ini, seluruh tim di lapangan terus berjuang dan bekerja keras untuk mempercepat pemulihan keandalan sistem kelistrikan kita. Kami juga memohon dukungan dari Bapak/Ibu sekalian untuk bersama-sama menggunakan listrik secara bijak, terutama pada masa beban puncak.

Informasi perkembangan terkini mengenai kondisi kelistrikan akan terus kami perbarui secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center 123, dan kanal komunikasi resmi PLN. Terima kasih banyak atas pengertian, kesabaran, dan dukungan yang tak terhingga dari seluruh warga Barito Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *