Beritakalteng.com, BUNTOK – Hingga pekan kedua bulan September 2026 kondisi listrik belum juga membaik, PLN Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masih berlakukan pemadaman listrik bergilir. Mirisnya pemadaman ini diberlakukan di tengah kondisi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin parah, sedangkan pelanggan tidak diberikan kompensasi apapun.
Berdasarkan catatan media, selama bulan Juli-Agustus 2026, PLN telah memberlakukan pemadaman bergilir dengan intensitas 3-6 jam per hari. Bahkan puncaknya pada bulan Agustus 2026, pemadaman bergilir mencapai durasi 20 jam per bulan.
Sebagaimana tercantum di dalam standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), PLN wajib memberikan kompensasi kepada pelanggan.
Berdasarkan Permen ESDM No. 2/2025, besaran persentase kompensasi dihitung dari kelebihan waktu di atas standar TMP.
Untuk besaran persentase kompensasi, PLN wajib memberikan hingga 2 jam di atas standar: 50 persen dari biaya beban/rekening minimum. Dengan rincian lebih dari 2 hingga 4 jam: 75 persen, lebih dari 4 hingga 8 jam: 100 persen, lebih dari 8 hingga 16 jam: 200 persen, lebih dari 16 hingga 40 jam: 300 persen dan lebih dari 40 jam: 500 persen.
Namun faktanya, dari hasil penelusuran media, PLN Kalsel-Teng belum memberikan kompensasi apapun kepada pelanggan, jumlah tagihan pembayaran listrik masih tetap sama seperti saat normal, bahkan PLN tetap memberlakukan pemadaman bergilir di tengah semakin parahnya kondisi Karhutla.
Hal ini bertentangan dengan pernyataan GM PLN Kalsel-Teng, Iwan Soelistijino pada saat menanggapi kabar yang menyebut target normalisasi kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) mundur hingga 25 Agustus 2026.
Dilansir dari Detik.com, Rabu (5/8/2026) target 5 Agustus 2026 yang disampaikan PLN sejak awal merupakan target berakhirnya pemadaman bergilir, seiring selesainya proses perbaikan dan masuknya kembali PLTU SLK Unit 1 berkapasitas 100 MW ke dalam sistem interkoneksi Kalselteng. Dengan beroperasinya pembangkit tersebut, pasokan daya diproyeksikan telah mencukupi kebutuhan pelanggan, sehingga sistem dapat kembali melayani masyarakat tanpa penerapan pemadaman bergilir.
Sementara itu, target 25 Agustus 2026 merupakan target penyelesaian perbaikan generator Unit 3 PLTU Asam-Asam. Masuknya unit ini bukan merupakan syarat berakhirnya pemadaman bergilir, melainkan untuk menambah cadangan daya sistem (reserve margin) sehingga keandalan pasokan listrik Kalselteng semakin kuat dan sistem kembali berada pada kondisi yang lebih aman dalam menghadapi potensi gangguan.
Dengan demikian, tidak terdapat perubahan target berakhirnya pemadaman bergilir, yang tetap ditargetkan pada 5 Agustus 2026. Adapun penyelesaian perbaikan PLTU Asam-Asam pada 25 Agustus merupakan tahapan lanjutan untuk memperkuat keandalan sistem, bukan penentu berakhirnya pemadaman bergilir.
PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya terbaik untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai rencana, sekaligus menjaga agar sistem kelistrikan Kalselteng kembali memiliki cadangan daya yang memadai demi memberikan layanan yang semakin andal kepada masyarakat.
Namun berdasarkan pengumuman yang disampaikan melalui saluran PLN ULP Buntok menyapa, hingga Minggu (13/9/2026) pemadaman bergilir di wilayah Kalsel-Teng pemadaman listrik bergilir terus diberlakukan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala PLN ULP Buntok untuk menjelaskan persoalan ini, meskipun sudah coba dihubungi oleh awak media.
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah