Foto Perayaan Natal

Perayaan Natal STIH Tambun Bungai Jadi Momen Refleksi dan Kebersamaan Kampus

Ketua STIH Tambun Bungai Dekie GG Kasenda saat memberikan keterangan terkait perayaan Natal kampus di Palangka Raya

Palangka Raya, Beritakalteng.com – Ketua STIH Tambun Bungai, Dekie GG Kasenda, SH., MH, menyampaikan bahwa perayaan Natal merupakan kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan bersama. Menurutnya, Natal adalah bagian dari kehidupan, khususnya dalam seluruh aktivitas keagamaan yang dijalani di lingkungan kampus.

“Natal menjadi momentum untuk menempatkan semua orang pada posisi yang sama. Dalam perayaan ini, tidak ada perbedaan, melainkan kebersamaan yang dirasakan secara utuh oleh seluruh civitas akademika,”ucap Dekie saat diwawancarai oleh awak media di Aula STIH – TB Palangka Raya.

Dekie menuturkan bahwa perayaan Natal kali ini dirasakan sesuai dengan kebutuhan bersama. Natal tidak hanya dirayakan sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai kesempatan untuk bersukacita secara sederhana dan bersama-sama dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal ini menekankan bahwa perayaan ini menjadi wujud rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama satu tahun yang telah berjalan. Menurutnya, penyertaan Tuhan itulah yang terus menguatkan seluruh keluarga besar STIH Tambun Bungai,”ungkapnya.

Perayaan Natal tersebut juga menjadi ruang refleksi untuk mempersiapkan diri menghadapi tahun mendatang. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang dibangun dapat menjadi bekal memasuki tahun 2026.

Dekie berharap tahun yang akan datang dapat berjalan dengan baik, tanpa kesusahan dan masalah yang berarti. Ia juga menyampaikan harapan agar keberkahan terus menyertai seluruh civitas akademika, khususnya para mahasiswa.

“Untuk mahasiswa diharapkan semakin berkembang, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam peningkatan rasa bangga terhadap kampus dan lingkungan akademik,”imbuhnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Natal STIH Tambun Bungai, Dr. Rudyanti D. Tobing, SH., M.Hum

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Penyelenggara Natal STIH Tambun Bungai, Dr. Rudyanti D. Tobing, SH., M.Hum, menjelaskan bahwa kegiatan Natal ini merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahun.

Menurutnya, setiap tahun perayaan Natal selalu dikemas dengan kepanitiaan dan konsep yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan agar kegiatan tetap relevan dan memberi makna baru bagi seluruh peserta.

Rudyanti menyampaikan bahwa kepanitiaan melibatkan seluruh unsur kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Keterlibatan ini menjadi bentuk kebersamaan yang terus dijaga di lingkungan STIH Tambun Bungai.

“Dan kegiatan Natal ini tidak hanya melibatkan mahasiswa atau dosen beragama Kristen saja. Semua agama dilibatkan secara aktif dalam kepanitiaan dan persiapan kegiatan,”kata Rudyanti.

Dalam kepanitiaan tersebut, terdapat mahasiswa dan dosen yang beragama Islam, Hindu, dan agama lainnya. Semuanya bekerja bersama-sama dalam satu kondisi aktif demi menyukseskan perayaan Natal kampus.

Rudyanti menilai bahwa keterlibatan lintas agama ini menjadi kekuatan tersendiri, karena mencerminkan nilai toleransi dan kebersamaan yang hidup di lingkungan kampus.

“Ya, berharap melalui perayaan Natal ini, nilai-nilai cinta kasih dapat benar-benar diajarkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam kampus maupun di tengah masyarakat,”tambahnya.

Perayaan Natal STIH Tambun Bungai pun diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menumbuhkan semangat bersamaan di lingkungan akademik. (Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *