Palangka Raya – Setelah berlangsung intensif selama lima hari, rangkaian Government Transformation Academy (GTA) Tahun 2025 resmi ditutup pada Jumat (20/6/2025) di Aula Sei Kapuas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah. Suasana hangat dan penuh apresiasi mewarnai penutupan yang dipimpin langsung oleh Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Nunu Andriani.
Kegiatan dimulai dengan penyampaian laporan akhir oleh Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis Inti (PKTI), Isna Mariany. Ia menjelaskan bahwa pelatihan GTA telah berlangsung sejak 16 Juni 2025 dan diikuti 120 ASN dari berbagai perangkat daerah. Selama pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, tercermin dari keaktifan dalam sesi diskusi, kerja kelompok, hingga kegiatan refleksi.
Isna juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian berjalan lancar dan memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan cara pandang baru terkait tata kelola pemerintahan berbasis transformasi digital.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Kepala BPSDM, pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini. Gubernur menekankan bahwa peningkatan kompetensi ASN merupakan fondasi penting dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang berlandaskan nilai “Huma Betang, Belom Behadat,” yakni pemerintahan yang adil, inklusif, dan berpihak kepada masyarakat.
“ASN Kalimantan Tengah harus menjadi pelayan publik yang cekatan, transparan, dan siap bertransformasi. Pelatihan seperti GTA menjadi sarana penting untuk memastikan ASN tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu memimpin perubahan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Nunu Andriani, menambahkan bahwa pelatihan GTA merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pengembangan kompetensi ASN terus berjalan secara berkelanjutan. Di tengah percepatan era digital, BPSDM, kata Nunu, akan terus menghadirkan program pelatihan yang relevan dan selaras dengan tantangan birokrasi modern.
“Transformasi digital bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelatihan yang adaptif dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Nunu menutup rangkaian kegiatan.
Dengan berakhirnya pelatihan GTA 2025, diharapkan seluruh peserta dapat menerapkan ilmu dan wawasan yang diperoleh untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang modern, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Kalimantan Tengah.
(tr)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah