
Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Dalam rangka mengedukasi mahasiswa, termasuk pula sharing session bersama dengan civitas akademika Universitas Palangka Raya. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DPJb) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan ‘DJPb Goes to Campus’, kamis (6/5/2021).
Kegiatan yang dilaksnaakan di aula rahan kantor rektorat tersebut dihadiri juga sejumalah narasumber dan keynote speach yang berkompeten dibidangnya masing-masing.
Diantaranya yakni, Rektor UPR Dr. Andrie Elia, SE., M.M., yang juga selaku Keynote Speach, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Tengah Hari Utomo, SE., M.M dipandu oleh Dr. Fitria Husnatarina, SE., M.Si.
Kegiatan yang mengangkat tema Peran Strategis APBN Dalam Pemulihan Ekonomi Kalimantan Tengah’. Turut dihadiri para peserta yang berasal dari Civitas Akademika UPR, baik itu Wakil Rektor, Dekan Fakultas, Ketua UPT/Lembaga dan sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas.
Berkenaan dengan kegiatan tersebut, Rektor UPR Dr. Andrie Elia, SE., M.Si menyampaikan apresiasi kepada Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Tengah yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini.
“saya nilai kegiatan ini sangat positif, karena dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa. Dan, tema yang disampaikan pada kuliah umum ini sangat menarik, dimana data-data yang disampaikan dapat mendukung para dosen atau mahasiswa untuk dijadikan bahan penelitian, dan penulisan karya ilmiahnya,” kata Andrie.
Ketua Harian Dewan Adat Dayak Provinsi Kalteng mengaku tidak heran jika animo peserta yang mengikuti kegiatan baik secara online dan offline cukup tinggi. Mengingat isu pertumbuhan ekonomi nasional merupakan isu yang sangat menarik, baik itu di tingkat nasional maupun lokal Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Tengah, Hari Utomo, SE,MM., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan yang kali pertama dilaksanakan oleh Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Tengah bersama UPR.
“Provinsi Kalimantan Tengah dapat berkontribusi secara nasional, yakni ekonomi di Kalimantan Tengah dapat tumbuh positif, sehingga secara nasional pertumbuhan ekonomi juga bisa tumbuh positif,” kata Hari Utomo.
Angka target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2021 ini sebesar 5 persen, dan harapannya itu juga dapat diikuti pula dengan angka pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah yang nilainya kurang lebih seperti itu. Hanya memang agak berat di Kalimantan Tengah, karena dimulai dari angka ‘starting point’ nya -1,4 persen.
Artinya, untuk target pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah, untuk menyamakan target pertumbuhan ekonomi nasional, setidaknya 6,4 persen. Namun, jika kita berbicara dari tahun ke tahun atau years on years pada kuartal ke-4, maka angka target pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah, harusnya 5 persen plus (+) 2,1 persen yang artinya kita harus bergerak naik sebesar 7,4 persen.
“sebenarnya banyak program strategis pemulihan ekonomi yang dapat dilakukan di wilayah Kalimantan Tengah, selain program perlindungan sosial (Perlinsos) masih ada lagi yang bisa dilakukan, misalkan penambahan Bantuan Lansung Tunai yang bersumber dari Dana Desa atau BLT-DD kepada masyarakat desa, termasuk pula untuk penanganan COVID-19 juga ada disitu,” terangnya.
Ada juga stimulus untuk sektor Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) berupa insentit usaha. Selain itu, kalau ada para konsumen di Kalimantan Tengah yang ingin membeli kendaraan atau mobil, dalam kurun waktu bulan Maret hingga Agustus, itu ada insentif berupa pembebasan pajak penjualan barang mewah.
“Dimana, down effectnya cukup besar, mempengaruhi angka pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah. Sedangkan untuk BLT down effectnya tidak terlalu besar, tapi kalau pengusaha yang diberikan insentif untuk mempromosikan barang dagangannya, maka akan memiliki pengaruh sangat besar terhadap angka pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah,” timpalnya.
Selain itu, Ujar Hari kembali mengatakan bahwa program strategis pemulihan ekonomi yang lainnya di Kalimantan Tengah juga masih tetap berjalan, seperti adanya insentif atau stimulus untuk pelaku UMKM, depo yang 1,2 juta itu masih ada, termasuk pula kartu pra kerja. Dimana, sejumlah program di tahun 2020 kemarin, pada tahun 2021 ini nampaknya juga masih dilanjutkan.(a2)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah