
Beritakalteng.com, BUNTOK – Bertanggung jawab sebagai gerbang terdepan pintu masuk dan keluarnya orang dari dan menuju wilayah Kabupaten Barito Selatan, seluruh petugas Posko Pantau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19), diharapkan berkerja serius, semangat dan penuh tanggung jawab.
Guna memberikan dukungan kepada petugas di lapangan, Komandan Kodim 1012/Buntok Letkol Inf. Tuwadi bersama-sama dengan Kapolres Barsel AKBP Devy Firmansyah, SIK melakukan kunjungan ke posko-posko pantau yang ada di Kabupaten Bumi Batuah tersebut, Senin (13/4/2020).
Dikatakan Tuwadi, kunjungan yang ia lakukan bersama Kapolres Barsel tersebut, selain memberikan dukungan moril kepada para petugas GTPPC-19 yang terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas itu, pihaknya juga ingin memastikan bahwa para petugas melaksanakan tugasnya dengan baik di lapangan.
Sebab menurut Tuwadi, Posko Pantau merupakan gerbang utama penentu keberhasilan pencegahan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh Sars Cov 2 tersebut.
Dengan diperketatnya pengawasan di Posko Pantau, ia berharap agar tidak ada satupun orang yang terinfeksi Covid-19 lolos dan masuk ke wilayah Barsel, sehingga menimbulkan adanya kemungkinan terjadinya penyebaran secara lokal (transmisi lokal) di Kabupaten bersemboyan Dahani Dahanai Tuntung Tulus itu.
“Kita bersama pak Kapolres Barsel melaksanakan pengecekan posko pantau, dengan tujuan jangan sampai ada yang lolos dalam transmisi lokal,” tekannya.
“Kami ucapkan terima kasih kepada semua rekan-rekan yang ada posko pantau GTPPC-19 Barsel yang sedang melaksanakan tugas mulia, selamat menjalankan tugasnya sesuai shift hingga pukul 20.00 WIB,” semangati Tuwadi, saat berada di posko pantau di Jalan Raya Palangka Raya – Buntok, ruas simpang Pendang, Dusun Danau Jutuh, Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan.
Kegiatan yang dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIB itu, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan penuh pada tim GTPPC-19 di kabupaten setempat, agar para petugas lebih semangat lagi dalam menjalankan tugas.
Lanjut Tuwadi, mengingat sekarang kondisi Barsel yang telah ditetapkan sebagai wilayah zona kuning dan diapit oleh daerah-daerah yang sudah masuk dalam status zona merah, maka diharapkan agar keberadaan posko pantau harus dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan, baik dari segi kinerja maupun jumlahnya.
“Karena sekarang kan situasinya sudah mulai rawan, Barito Timur sendiri sudah zona merah dan Palangka Raya juga zona merah Corona virus, jadi kita harus berhati-hati dan posko pantau diharapkan tetap ada, jangan sampai tidak ada!” tegasnya.
Ditekankan oleh Perwira TNI berpangkat dua melati ini, posko pantau sendiri adalah upaya dalam mendata orang dan melakukan pengecekan kesehatan dan perlengkapan seperti penggunaan masker bagi masyarakat yang melintas, baik yang keluar ataipun masuk ke wilayah, agar terpantau jumlah pergerakan orang atau transmisi antar wilayah.
“Dengan adanya posko pantau ini, kita bisa mendeteksi secara dini apabila dimungkinkan ada orang yang bepergian dari daerah zona merah, bisa terdeteksi disini dan kita bisa mencegah secepat mungkin,” tukasnya.
“Jangan sampai penyebaran wabah corona kian meluas dan membahayakan masyarakat di Barsel khususnya,” tambah Tuwadi.
Mengingat betapa rentannya terpapar virus, tidak lupa Tuwadi menyarankan kepada para petugas kesehatan di posko pantau, untuk selalu disiplin pada protap yang sudah ada.
“Kepada petugas posko pantau di tiap-tiap wilayah harus mengikuti prosedur dan protokol yang sudah di berikan oleh pemerintah pusat, khususnya dari kementerian kesehatan RI agar berjalan aman dan terhindar dari hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.(Sebastian)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah