Mekanisme Pemilihan Rektor UPR Periode 2022-2026 Dinilai Sangat Bagus

FOTO : Inspektur Investigasi Kemendikbudristekdikti RI, Dr. Fuand Wiyono, S.H, M.H,

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Proses tahapan pelaksanaan pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2022-2026 yang berlangsung sampai dengan saat ini mendapat apresiasi secara langsung oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristekdikti RI)

Apresiasi tersebut disampaikan secara langsung oleh Inspektur Investigasi Kemendikbudristekdikti RI, Dr. Fuand Wiyono, S.H, M.H, bahwa tahapan pemilihan Rektor UPR periode 2022-2026 sampai dengan saat ini berjalan dengan sangat baik.

“Mekanisme tahapan pemilihan calon pimpinan yang dijalankan oleh Universitas Palangka Raya sangat bagus sekali. bukan berati ditempat lain tidak bagus ya!. karena saya sudah mengikuti tahapan pemilihan Rektor diperguruan tinggi yang lain,” kata Fuand usai mengikuti kegiatan Rapat Senat UPR, di Gedung PPIIG, Selasa (09/8/2022).

Banyaknya calon kandidat dalam pemilihan Rektor UPR periode 2022-2026 yakni mencapai 13 calon. Menurut Fuand hal tersebut sangat luar bisa, mengingat peluang untuk menjadi Rektor di UPR dibuka seluas-luasnya bagi para civitas akdemika terbaik yang memiliki kompetensi sesuai dengan apa yang diharapkan.

Dirinya sempat bercerita bahwa sekitar tahun 2010 yang lalu, Terpaksa menghentikan proses pelaksanaan Pemilihan Pimpinan Perguruan Tinggi lantaran ada anggota Senat yang perlu dilakukan evaluasi.

Pelaksanaan pemilihan pimpinan dalam sebuah perguruan tinggi dengan masa priodisasi. tentunya sudah dilandasi dalam sebuah aturan seperti Peraturan Mentrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristekdikti RI) Nomor 19 tahun 2017 tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri, Statuta Perguruan Tinggi, dan juga hasil kesepakatan senat di Universitas

“karena kesepakatan senat merupakan undang-undang dasar tertinggi dalam sebuah perguruan tinggi yang mengatur pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. oleh karenanya, mekanisme apapun yang dilaksanakan harus berdasarkan kesepakatan dari hasil rapat senat,” bebernya menambahkan.

Ditempat yang sama, Rektor UPR, Dr. Andrie Elia, SE,MSi menyampaikan rasa bangga karena sudah menghantarkan para calon-calon Rektor UPR terbaik sampai dengan proses saat ini.

“Semua orang termasuk 3 bakal calon yang akan dipilih kembali nantinya melalui suara Kementerian dan Senat UPR memiliki peluang yang sama,” kata Andrie

Ketua Harian Dewan Adat Dayak Provinsi Kalteng ini juga berpesan siapa pun nantinya terpilih menjadi Rektor UPR pada periode 2022-2026 nantinya mampu membawa UPR semakin baik dan menjadi Universitas bersetandar internasional.(a2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: