Kepala LLDIKTI Apresiasi Banyak Wisudawan STIE Buntok Ingin Jadi Pengusaha

Foto : Kepala LLDIKTI Wilayah XI, Prof. Dr. Ir. H. Udiansyah, MS, saat menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan lulusan terbaik wisudawan XII STIE Dahani Dahanai Buntok, Barsel di GBI Jaro Pirarahan, Sabtu (27/11/2021).

Beritakalteng.com, BUNTOK – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI, Prof. Dr. Ir. H. Udiansyah, MS, mengapresiasi para wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dahani Dahanai Buntok, Kabupaten Barito Selatan yang sebagian besar bercita-cita menjadi pengusaha.

Apresiasi ini, ia sampaikan saat memberikan sambutan pada acara yudisium XV dan wisuda XII Strata 1, STIE Dahani Dahanai Buntok yang digelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Jaro Pirarahan, Buntok, Kecamatan Dusun Selatan, Barsel, Sabtu (27/11/2021).

Melalui berpantun, guru besar ini menyampaikan banyak pesan moral kepada para wisudawan agar siap menghadapi perjuangan kehidupan pascakelulusan menjadi sarjana.

Diakui Udiansyah, itu adalah bentuk apresiasinya kepada para wisudawan STIE Dahani Dahanai Buntok, sebab dari 41 orang wisudawan hanya ada tiga orang yang ingin menjadi karyawan dan PNS, satu orang ingin menjadi anggota DPR atau aktivis, sementara sisanya semua bercita-cita menjadi pengusaha.

Hal ini, kata dia, berbanding terbalik dengan hasil survey Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang mengatakan bahwa dari 100 persen wisudawan yang mengaku ingin kaya, 84 persen diantaranya bercita-cita menjadi karyawan atau PNS, 13 persen lainnya ingin menjadi anggota DPR atau aktivis, sementara yang bercita-cita menjadi pengusaha hanya tiga persen.

“Jadi bagaimana mau kaya, tapi maunya jadi pegawai, nggak nyambung. Saya ini sudah pangkat tertinggi, guru besar, pangkatnya 4E, nggak ada lagi 4F, nggak bisa kaya,” tukasnya.

“Jadi nggak mungkin, kita jadi PNS, jadi karyawan itu bisa kaya, itu nggak mungkin, kecuali korupsi,”

“Oleh karena itu, sangat luar biasa, kalian sudah on the track menurut saya, sudah berada pada jalur yang benar. Yang ingin jadi pengusaha, lanjutkan sekarang,” ucapnya.

Diceritakannya, saat ini Indonesia mengimpor daging setara dengan 1.700.000 ekor sapi di setiap tahunnya. Ini merupakan salah satu peluang besar bagi para lulusan sarjana yang ingin menjadi pengusaha.

Ia kemudian menyarankan agar para calon pengusaha muda ini segera memulai apa yang menjadi cita-cita mereka.

“Nah kalau kalian berusaha, nggak usah banyak-banyak, sebulan sepuluh ekor saja berproduksi, sepuluh ekor dengan harga Rp20 juta per ekor, sebulan Rp200 juta, ongkos segala macam Rp150 juta, kalian dalam sebulan sudah dapat Rp50 juta gajinya. Luar biasa jadi pengusaha,” tuturnya.

“Nggak usah banyak-banyak, nggak usah menuntaskan masalah Indonesia 1.700.000 ekor,” imbuh Udiansyah lagi.

Profesor yang sebelumnya pernah menjabat Direktur Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat ini, kemudian menerangkan, untuk masalah modal para calon pengusaha muda ini tidak perlu merasa khawatir. Pasalnya saat ini pemerintah melalui perbankan tengah mencari banyak sekali para calon pengusaha yang mau bergabung dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Pak modalnya bagaimana? Silahkan datang ke Bank, bikin proposal yang baik, minta bimbingan dengan dosen-dosen untuk itu, Bank ini sekarang kesulitan menyalurkan yang namanya KUR. Bunganya sangat rendah sekali,” sarannya.

Hal ini, senada dengan apa yang disampaikan oleh Bupati Barsel, H. Eddy Raya Samsuri saat ditemui usai kegiatan. Orang nomor satu di Bumi Dahanai Tuntung Tulus ini, mengharapkan agar para wisudawan STIE ini kelak bisa mengisi kekosongan pengusaha dan bidang-bidang lainnya di Barsel.

Dengan tujuan menjadi generasi penerus yang berperan serta bagi perkembangan kemajuan pembangunan di daerah.

“Kita yakin mereka adalah lulusan terbaik, putra putri Barsel yang siap bersama-sama dengan kita membangun Barsel dengan baik,” ucapnya.

“Semoga mereka lebih mandiri, bisa lebih berprestasi dan mempunyai inovasi yang baik setelah di wisuda ini, bisa menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat dan juga negara, dan selalu optimis bersama-sama kita membangun di Barsel ini,” harapnya.

Dikatakan Eddy lagi, kedepannya guna membantu meningkatkan kualitas STIE Dahani Dahanai Buntok, Pemkab Barsel akan berusaha meningkatkan peran serta dalam hal pembiayaan bagi para mahasiswa melalui program beasiswa yang selama ini sudah dijalankan.

“Program kita akan memberikan beasiswa yang sudah kita lakukan selama lebih kurang dua tahun ini, dimana program ini semoga sama-sama bisa kita golkan, salah satunya ialah memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang tidak mampu dari SMA lulusan terbaik. Masing-masing dari enam kecamatan ini, kita berikan lima sampai enam orang, agar mereka bisa bersekolah di STIE dan sekolah-sekolah lainnya yang ada di Barsel ini,” jelasnya.

“Semoga program ini bisa kita lebih tingkatkan lagi dan mungkin setiap kecamatan nanti bisa kita kirimkan sepuluh orang, agar bisa mengisi pendidikan di Barsel ini dengan baik,” pungkasnya.(Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *