Fakta! PT.MUTU Tegaskan Tidak Pernah Serobot Tanah Warga

Foto : Managemen PT.MUTU saat bermusyawarah dengan salah satu ormas terkait tudingan penyerobotan lahan oleh perusahaan.

Beritakalteng.com, BUNTOK – Managemen PT. Multi Tambangjaya Utama (MUTU) menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan penyerobotan lahan milik salah satu warga di Desa Muara Singan, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan.

Melalui rilis resminya, Kamis (14/10/2021), Acting Dept Head External Relation PT.MUTU, Sumarling, menjelaskan berdasarkan data dan fakta yang ada, pada tanggal 20 Februari 2019 lalu perusahaan telah melakukan pembebasan lahan seluas 7 Ha (tujuh hektar) kepada Hj. Normila yang merupakan istri dari H. Saderi (Alm) dan H. Baderi Gandil adalah Saudara dari H. Saderi.

Pembebasan lahan tersebut, merupakan hasil pengukuran di lapangan yang batas-batas tanahnya ditunjukkan sendiri oleh Hj. Normila bersama dengan anaknya, Rangga serta disaksikan oleh para saksi perbatasan.

“Bahwa setelah pengukuran lahan disetujui, kemudian dilakukan pembayaran tanah di rumah Hj. Normila dan uang pembayaran tersebut diterima langsung oleh yang bersangkutan, serta disaksikan oleh anaknya yaitu Sdr. Rangga,” ungkap Sumarling.

Namun anehnya, setelah beberapa bulan berlalu, terdapat tuntutan kembali dari Hj. Normila dan anaknya yang bernama Rangga melalui kuasanya yaitu Lunik Paska, dengan alasan masih terdapat sisa lahan dari pembebasan sebelumnya. Tuntutan itu mereka sampaikan dengan membawa surat segel tertanggal 10 Januari 1997 dengan luas 20 Ha.

Menindaklanjuti hal itu, pada bulan Januari 2021 yang lalu, pertemuan antara PT.MUTU dengan Hj. Normila dan anaknya beserta dengan kuasanya kemudian dilaksanakan.

Pada kesempatan itu, perusahaan sudah menjelaskan bahwa tidak ada lagi sisa lahan sesuai dengan tuntutan yang diajukan oleh pihak Hj. Normila, karena di sekitar area tersebut sebelumnya, juga sudah dibebaskan oleh PT MUTU kepada masyarakat pemilik tanah yang lainnya.

“Di sini kami juga mempertanyakan asal usul Surat segel 10 Januari 1997 an. H. Saderi itu, tapi dijelaskan oleh kuasanya bahwa surat segel tersebut baru didapatkan dari Sdr. Aspul Anwar (pengurus surat segel),” bebernya.

Jalur Mediasi melalui Desa Muara Singan pada tanggal 3 Juli 2020 dan Polres Barsel juga sudah ditempuh untuk penyelesaian, namun Hj. Normila dan Rangga belum dapat menerima hasil mediasi yang sudah dilakukan, dimana permasalahan ini adalah murni kasus perdata.

“Sehingga apabila Hj. Normila merasa dirugikan dengan hal itu, kami menyarankan yang bersangkutan dapat menempuh jalur hukum melalui pengadilan. Kami siap bertanggung jawab apabila apa yang mereka sampaikan itu benar berdasarkan keputusan pengadilan!” tegas Sumarling menyarankan.

Ia kemudian mengungkapkan, bahwa PT.MUTU sebelum melakukan kegiatan tambang sudah pasti membebaskan hak-hak perdata masyarakat yang ada terlebih dahulu, sehingga tidak benar perusahaan melakukan penyerobotan lahan seperti yang diberitakan.

Dan sebenarnya, pada saat pembebasan lahan dilakukan, kondisi lahan juga sudah dalam keadaan tidak terawat, semenjak H. Saderi meninggal dunia, bahkan sebelumnya Hj. Normila maupun anaknya Rangga tidak tahu persis dimana tepatnya lokasi lahan tersebut.

“Setelah ditunjukkan oleh saksi perbatasan, barulah diketahui lokasi tanah garapan H. Saderi (alm). Dan sejak awal H. Saderi maupun Hj. Normila tidak pernah bertempat tinggal pada lokasi tanah yang dibebaskan perusahaan itu,” terangnya.

Sumarling menegaskan, bahwa PT.MUTU selalu tunduk dan patuh sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga sebelum melakukan kegiatan, perusahaan pasti akan membebaskan hak-hak perdata masyarakat yang ada terlebih dahulu.

“Kami berharap agar pihak-pihak yang menjadi kuasa dari Hj. Normila dapat memahami dengan baik dan benar pokok permasalahan yang ada, sehingga tidak melebar dan jauh dari fakta yang ada,” pungkasnya.

Informasi ini disampaikan oleh managemen PT.MUTU untuk mengklarifikasi pemberitaan yang diterbitkan oleh salah satu media daring pada tanggal 13 Oktober 2021 kemaren, di dalam berita tersebut diwartakan bahwa PT.MUTU dianggap melakukan penyerobotan lahan warga.(Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: