FOTO :  Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Ir Lohing Simon, saat berada di ruang kerjanya.

Investasi di Kalteng Mulai Tumbuh Berkembang

FOTO :  Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Ir Lohing Simon, saat berada di ruang kerjanya.

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Investasi di Wilayah Kalimantan Tengah mulai semakin tumbuh dan berkembang. Hal itu terlihat dari kerja sama sejumlah pengusaha di wilayah itu bersama dengan investor dari negara luar.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kalteng Lohing Simon bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya, dengan dasar apabila hal tersebut dapat bermanfaat untuk masyarakat.

“Kita apresiasi dengan pihak ketiga, yang ingin menanamkan modalnya di wilayah kita. Namun yang harus juga menjadi catatan, investr harus peduli dengan kondisi masyarakat sekitarnya,” ujar Lohing Simon, di gedung dewan, Sabtu (16/5/2021)

Dirinya menambahkan, investasi juga harus memiliki kontribusi. Artinya bermanfaat bagi masyarakat tidak hanya bagi kalangan tertentu saja. Karena itu perkembangan ekonomi masyarakat harus diperhatikan, termasuk harus memberdayakan sumber daya manusia yang ada disekitarnya.

Dengan begitu ucapnya angka pengangguran bisa berkurang dan jangan sampai perusahaan yang ada tidak mengikuti aturan.

Wakil rakyat dari Dapil I yang meliputi Palangka Raya, Katingan dan Gunung Mas tersebut berharap, agar investasi tidak merugikan publik. Artinya, harus benar-benar memberikan dampak yang positif, baik bagi publik maupun daerah. Ditegaskannya, masyarakat jangan sampai hanya jadi penonton saja, namun juga mesti memiliki andil di lapangan.

Selain itu, para investor juga harus tanggap dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi saja. Banyak cara, untuk menanggulangi problema tersebut. Situasi itu dibangun dari kepedulian pihak investor.

Perusahaan baik yang bergerak dibidang pertambangan atau perkebunan, wajib mengutamakan kepentingan orang banyak.

Apalagi yang berada di lingkup operasional perusahaan. Sebut saja bantuan pihak ketiga, sumbangan, sejenis plasma.

Selain itu, investasi juga harus memberikan, peningkatan di sejumlah sektor. Di bidang infrastruktur harus ada kepedulian dalam membenahi berbagai sarana dan prasarana.

Apalagi selama ini sudah cukup banyak, terjadi sengketa menyangkut investasi. Sebut saja persoalan lahan, ketidakadilan, atau upah buruh yang tidak dibayar, atau tidak sesuai.

Maka untuk itu pihaknya selaku komisi yang membidangi perkebunan, pertambangan, kehutanan dan lainnya, berkomitmen meningkatkan pengawasan serta mengoptimalkan tupoksi, dalam upaya menyerap aspirasi masyarakat.(a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *