Kurang Lengkap, JPU Kembalikan Berkas Tuntutan Terhadap Adiyat Nugraha

Diperiksa : Amar Iswani (kiri) korban sekaligus saksi pelapor kasus dugaan penyerangan yang dilakukan oleh AN saat didampingi oleh kuasa hukumnya dari PPKHI Arimadia, SH (kanan), sesaat setelah menjalani pemeriksaan tambahan di Makopolres Barsel, Jumat (12/3/2021).

Beritakalteng.com, BUNTOK – Lantaran pasal mengenai pelanggaran terhadap UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers tidak dimuat, Jaksa Penuntut Umum (JPU), meminta agar kepolisian melakukan pemeriksaan tambahan terkait berkas perkara dugaan penyerangan oknum anggota DPRD Barito Selatan Adiyat Nugraha terhadap Amar Iswani.

Sebagaimana diterangkan oleh Kuasa Hukum Amar Iswani yang tergabung dalam Tim Pengacara dari Organisasi Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kalimantan Tengah (Kalteng), Arimadia, SH menjelaskan, dirinya pada hari ini, Jumat (12/3/2021), ia hadir untuk mendampingi kliennya dalam pemeriksaan tambahan yang dilakukan penyidik Polres Barsel.

“Sesuai petunjuk JPU, penyidik harus menambahkan pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang Pers terkait kasus dugaan penyerangan yang dilakukan oknum anggota DPRD Barsel terhadap Amar Iswani wartawan baritorayapost,” ungkapnya, selepas mendampingi kliennya dalam pemeriksaan tambahan di Polres Barsel.

Ia menambahkan, berkas yang dikembalikan oleh JPU itu, disebabkan pasal yang disangkakan terhadap tersangka Adiyat Nugraha hanyalah pasal 335 ayat 1 KUHPidana tentang dugaan tindak pidana pengancaman saja.

Padahal, menurut dia, terkait pers pasalnya lex specialis dengan Undang-Undang Pers, sehingga pasal sangkaan terhadap tersangka, harusnya ditambah dengan penerapan pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang Pers.

“Sebab dugaan penyerangan yang dilakukan tersangka AN tersebut terjadi pada saat Amar Iswani sedang menjalankan tugas peliputan berita di DPRD Barito Selatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Barito Selatan AKBP Agung Tri Widiantoro melalui penyidik pembantu, Aipda Sigit Nugroho membenarkan perihal tersebut.

Diakuinya, hal ini sesuai dengan petunjuk dari JPU yang mengembalikan berkas P-19 dan meminta agar dilakukan pemeriksaan tambahan terhadap Amar Iswani.

“Dalam pemeriksaan ini ditanyakan seputar masalah terkait dengan sangkaan Undang-Undang Pers,” ucapnya usai melakukan pemeriksaan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, pada Selasa (24/11/2020) lalu, salah satu oknum anggota DPRD Barsel berinisial AN, diduga ingin menyerang Amar menggunakan tongkat pemukul baseball di Cafetaria gedung DPRD saat yang bersangkutan tengah melaksanakan tugas peliputan berita pembahasan KUA-PPAS APBD tahun 2021.

Setelah kejadian tersebut, Amar Iswani kemudian melaporkan peristiwa itu kepada Polres Barito Selatan pada Selasa (24/11/2020).(Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: