Pemda Alokasikan Rp.10 Miliar Untuk Membeli Hasil Panen Padi Petani

FOTO : Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, Halikinnor

Beritakalteng.com, SAMPIT – Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp.10 Miliar untuk membeli hasil panen petani lokal.

“Pemkab Kotim mengalokasikan dana Rp10 miliar untuk membeli beras, dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Dalam pengadaannya nanti, kami memprioritaskan membeli beras hasil panen petani lokal,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, Halikinnor, Sabtu (16/5/2020).

Haliknnor mengaku, kualitas beras yang dihasilkan petani lokal cukup  bagus. Tidak kalah dengan beras yang didatangkan dari Pulau Jawa.

Sebelum membeli beras lokal, terlebih dahulu pihaknya minta laporan hasil panen petani lokal. Pemkab Kotim sebelumnya sudah laporan rasionalisasi kepada pemerintah pusat, dengan harapan dana tersebut segera ditransfer, sehingga bisa direalisasikan untuk membeli beras petani.

“Sekarang ini petani lokal sudah menyiapkan beras dalam bentuk kemasan dan dengan harga terjangkau,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, beras lokal dihasilkan petani di Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit dan Sungai Sugih, Kecamatan Kota Besi yang merupakan kawasan lumbung padi.

Dampak Covid-19 tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga telah mengganggu perekonomian masyarakat. Dalam situasi seperti ini, setiap program yang dilaksanakan pemerintah diharapkan membawa efek luas.

Sekda berharap, wabah Covid-19 segera berakhir, sehingga segala aktivitas kembali berjalan normal. Sekarang ini, menurut Halikin, semua ekonomi serba sulit. Oleh karena itu,  dia berharap masyarakat membantu pemerintah dalam menghentikan penyebaran virus corona dengan cara menaati imbauan pemerintah.(dro/a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: