Selama Pemberlakuan PSBB,  Rektor UPR Imbau Civitas Akademika Tetap Berada di Rumah

Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Dr. Andrie Elia Embang SE., M.Si.
FOTO : Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Dr. Andrie Elia Embang SE., M.Si.

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Dr. Andrie Elia Embang SE., M.Si, meminta kepada seluruh civitas akademika UPR, agar selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palangka Raya, terhitung sejak tanggal 11 hingga 24 Mei 2020 untuk tetap berada di rumah.

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng ini juga mengungkapkan, terutama bagi para mahasiswa Itu dilakukan, untuk menjaga mahasiswa agar tidak terpapar COVID-19 yang melanda Bumi Tambun Bungai saat ini.

“Memasuki hari kelima pemberlakuan PSBB dan sebagai orang tua, saya ingatkan anak-anakku sekalian (mahasiswa UPR, red), tetaplah berada di rumah. Kalaupun harus keluar rumah, hanya untuk belanja kebutuhan atau hal lainnya yang mendesak saja, mohon tetap menggunakan masker,” Pesan Rektor UPR, Jumat (15/5/2020).

Dikatakan Ketua Alumni KAGAMA Provinsi Kalteng tersebut, mahasiswa, khususnya mahasiswa UPR untuk mengikuti anjuran pemerintah. Anjuran itu, seperti rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, menjaga jarak, hindari kerumunan, serta terapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Selain itu, saya juga meminta agar mahasiswa bisa mematuhi berbagai aturan yang ditetapkan dalam Peraturan Walikota (Perwali), selama pemberlakuan PSBB di kota ini,” Katanya kembali mengingatkan.

Sebab, jika semua anjuran pemerintah itu dilakukan dengan penuh kesadaran, Sambung Dr. Andrie Elia, maka virus korona atau COVID-19 tidak akan mengkontaminasi kesehatan mahasiswa.

“Saya juga menyuarakan hal serupa kepada masyarakat. Jika masyarakat patuh terhadap anjuran pemerintah, maka masyarakat turut membantu pemerintah dalam memerangi, serta memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” Imbuhnya.

Dirinya juga menambahkan, upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi COVID-19 bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, melainkan ini menjadi tanggungjawab bersama-sama dengan mematuhi berbagai anjuran, terkait protap kesehatan.

“Mari kita bersama-sama dengan penuh kesadaran, membantu upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Semua harus dimulai dari diri kita sendiri, dan tularkan upaya baik itu kepada orang lain. Sehingga kita bisa secepatnya kembali menjalin silaturahmi dengan sesama, seperti sediakala,” Pungkasnya.(YS/a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: