UKM Sakti FT UPR Ciptakan Bilik Sterilisasi Disinfektan

Foto : Rektor UPR, Dr Andrie Elia SE MSi

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) SAKTI Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (FT UPR) berhasil menciptakan Bilik Sterilisasi Disinfektan UPR, yang mana ini dilatarbelakangi adanya upaya untuk mencegah dan mengantisipasi persebaran di tengah pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

Disampaikan oleh Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, ini merupakan hasil cipta dari mahasiswa yang tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa Sakti Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya, yang mana tujuannya ialah sebagai salah satu langkah untuk pencegahan dan antisipasi COVID-19.

“Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa, yang berasal dari UKM Sakti Jurusan Informatika FT UPR, beserta para dosen pembimbing dan para unsur pimpinan Jurusan Informatika Fakultas Teknik UPR,
dan tim tanggap darurat  yang secara tanggap dengan menciptakan Bilik Sterilisasi Disinfektan UPR ini,” Ucap Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, Kamis (26/03) pagi tadi.

Lanjut Dr Andrie Elia SE MSi, ini merupakan salah satu wujud, sekaligua sebagai langkah pencegahan dan antisipasi COVID-19 ini. Dan, ini akan terus dikembangkan, misalnya dengan penambahan alat pengukur suhu tubuh dan lain sebagainya.

“Dalam implementasi dan pengembangan kedepannya, akan melibatkan para pakar dan ahli, yang berasal dari Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran UPR. Dimana juga merupakan karya inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan, dari para Civitas Akademika UPR,” Jelasnya menambahkan.

Dikatakan Dr Andrie Elia SE MSi, Bilik Sterilisasi Disinfektan ini akan diproduksi terus, yang mana harapannya ini juga bisa diterapkan, pada sejumlah titik, seperti di beberapa instansi pemerintah daerah, bandara, kejaksaan tinggi dan beberapa tempat lainnya juga.

Sementara itu, Dekan FT UPR Dr Ir Waluyo Nuswantoro ST MT mengatakan, berkenaan dengan alat ini, ada 2 (dua) bilik yang diciptakan, yakni bilik yang menerapkan metode disemprot dan bilik yang menerapkan metode penguapan.

“Memang berkenaan dengan pengembangan Bilik Sterilisasi Disinfektan ini, masih memerlukan penambahan alat untuk penyempurnaannya, misalkan dengan menambahkan alat sprei pada bagian depan dan belakang bilik, sensor suhu tubuh dan sinar ultraviolet. Ini yang menjadi masukan bagi pengembangan dan penyempurnaan alat tersebut,” Ujarnya.

Sambung Dr Ir Waluyo Nuswantoro ST MT mengutarakan, untuk modal nya sendiri, baik itu peralatan termasuk biaya pembuatannya, menghabiskan anggaran berkisar Rp 8 hingga 10 juta.

“Kami akan terus memproduksi  Bilik Sterilisasi Disinfektan ini, karena mengingat saat ini, berdasarkan keterangan bapak Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi tadi bahwa sejumlah instansi, sudah ada yang memesan agar selanjutnya dapat di pasang pada masing-masing instansinya,” Tutup Dekan FT UPR Dr Ir Waluyo Nuswantoro ST MT.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: