Penelitian dan Kajian Tanaman Kalakai, UPR dan SGU Teken MoU

Foto : Penandatanganan MoU Kerjasama, antar Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi dan Rektor SGU Dr. rer. nat. Filiana Santoso, bertempat di ruang Rapat Rektor, Rabu (19/02)

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Sebagai tindaklanjut kerjasama antara 2 perguruan tinggi, dalam bidang penelitian dan kajian, terkait tanaman lokal yang menjadi olahan makanan khas masyarakat Dayak, yaitu Kalakai, maka Universitas Palangka Raya (UPR) dan Swiss Germany University (SGU), melaksanakan penandatanganan MoU Kerjasama Bidang Akademik, Rabu (19/02).

Kegiatan penandatanganan MoU Kerjasama ini, berlangsung di ruang rapat rektor, lantai 2 gedung rektorat UPR ini dihadiri langsung oleh Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi beserta unsur pimpinan dan jajaran UPR, serta Rektor SGU Dr. rer. nat. Filiana Santoso beserta jajaran.

Kepada awak media, Rektor UPR Dt Andrie Elia SE MSi melalui Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama,  Prof Dr Sulmin Gumiri PhD menyampaikan, UPR dan SGU baru saja melaksanakan penandatanganan MoU kerjasama penelitian dan kajian tanaman Kalakai.

Adapun maksud dan tujuan dari penandatanganan MoU tersebut, ialah tidak lain sebagai alas dasar tertulis, yang menjadi acuan kedepan, dalam melakukan kerjasama akademik antar 2 perguruan tinggi di Indonesia.

“Dimana, salah satu wujud kerjasama tersebut, ialah penelitian tumbuhan kalakai. Yang mana, seperti kita ketahui bersama, UPR memiliki lokasi penelitian, sementara SGU memiliki peralatan laboratorium yang lengkap, karena didukung oleh 2 negara, yakni Swiss dan German,” ucap Prof Dr Sulmin Gumiri PhD.

Melalui kerjasama penelitian ini, lanjut Prof Sulmin Gumiri PhD menerangkan, kedua institusi perguruan tinggi ini, bisa saling berkontribusi, dan saling memberikan manfaat, dalam upaya mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berbagai inovasi, yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Prof Sulmin Gumiri PhD kembali menambahkan, salah satu bentuk kerjasama yang telah dilakukan, ialah penelitian kalakai. Dimana, penelitian ini masih harus melalui tahapan panjang, dan tentunya membutuhkan sinergitas antar 2 institusi perguruan tinggi ini. Dengan, kemampuannya masing-masing.

Sementara itu, Rektor SGU Dr. rer. nat. Filiana Santoso mengatakan, penandatanganan MoU ini sendiri, hanya lah sebagai payung hukum nya saja, tapi yang lebih penting ialah tindaklanjut dari kerjasama yang telah disepakati ini.

“Kami sudah bertemu, dengan bapak Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi beserta para Wakil Rektor dan jajaran. Bahkan, selama ini untuk penelitian Kalakai, kami juga sudah banyak dibantu oleh kawan-kawan akademisi dari Fakultas Kedokteran (FK) UPR dan Fakultas Pertanian (Faperta) UPR,” ujar Dr. rer. nat. Filiana Santoso, kepada para awak media, seusai melaksanakan kegiatan penandatanganan MoU bersama UPR.

Sambung Dr. rer. nat. Filiana Santoso mengutarakan, kedepan penelitian dan pengembangan kerjasama akademik ini, tidak hanya memfokuskan pada penelitian kalakai saja, namun pihaknya tidak menutup kemungkinan, akan melaksanakan kerjasama dan penelitian dalam bidang lainnya juga.

“Kerjasama lainnya, akan dilakukan secara bertahap, dan itu masih kita akan dirumuskan bersama kembali. Kami berharap, ini akan menjadi upaya bersama, dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan berbagai inovasi kedepannya,” tutup Rektor SGU Dr. rer. nat. Filiana Santoso.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: