UPR Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Dilahan Gambut

Foto : Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi (kaus hitam) ketika berada dilokasi lahan pengembangan kawasan pertanian terpadu UPR dilahan gambut

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Salah satu wujud keseriusan, sekaligus bentuk tindaklanjut, dari Universitas Palangka Raya (UPR), sebagai perguruan tinggi yang fokus untuk menjadikan UPR sebagai pusat kajian gambut dunia, yaitu dengan mengembangkan kawasan pertanian terpadu UPR, di atas lahan gambut.

Lokasi pertanian terpadu, yang digalakan oleh UPR ini, berada di atas lahan milik kampus UPR, dengan luasan sekitar 5 Hektar. Yangmana, pada kawasan lokasi pertanian terpadu ini juga, kedepannya akan mengembangkan edukasi pertanian, perikanan, peternakan, serta kehutanan.

Dimana pada hari ini, Minggu 09 Februari 2020 tadi pagi, Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UPR Prof Dr Sulmin Gumiri PhD, Wakil Rektor Bidang Hukum Organisasi SDM dan Kemahasiswaan Prof Dr Suandi Sidauruk MPd,
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UPR Dr H Suriansyah Murhaini SH MH, Dekan FISIP UPR Prof Dr Ir Kumpiady Widen PhD, beserta jajaran pimpinan UPT UPR.

Pada kesempatan tersebut, melalui sambutannya, Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi menyampaikan, melalui kawasan pertanian terpadu ini, maka UPR dapat menunjukan keseriusannya, untuk mengembangkan pusat kajian gambut dunia, seperti yang sedang dilakukan oleh UPR saat ini, yakni mengembangkan pertanian di atas lahan gambut.

“Karena, mengingat sektor pertanian itu sendiri, memiliki pengaruh besar, tehadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, terlebih lagi di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Selain itu, inflasi juga dipengaruhi oleh adanya fluktuasi harga pangan, hasil dari sektor pertanian, termasuk pula hasil dari perikanan, peternakan dan perkebunan holtikultura, yang menjadi bahan kebutuhan pokok manusia,” kata Dr Andrie Elia SE MSi, yang sekarang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini.

Dr Andrie Elia SE MSi juga berharap, semoga dengan apa yang dilakukan hari ini, dalam pengembangan kawasan pertanian terpadu di atas lahan gambut, bisa berhasil, sebagaimana menjadi harapan kita bersama.

Sekaligus pula, ini dapat menjadi model, yang dapat menjadi contoh, untuk masyarakat dan dunia, terutama dalam upaya mengembangkan sektor pertanian di atas lahan gambut. Ia juga mengutarakan, apa yang dilakukan oleh tim pertanian terpadu, dapat menjadi percontohan.

Selain itu juga, harapannya melalui kawasan pertanian terpadu UPR ini, dapat menjadi wadah edukasi, terutama dalam memberikan pendidikan ‘life skill’, bagi para mahasiswa UPR. Sehingga, kedepannya para lulusan pertanian UPR, dapat memiliki kemampuan berwirausaha, memiliki daya sain dan dapat mudah terserap lapangan pekerjaan.

Foto : Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi beserta jajaran civitas akademika ketika melakukan peninjauan langsung lahan gambut yang akan dijadikan sebagai kawasan pertanian terpadu. 

“Dan, hal ini sekaligus juga mendorong, serta mempersiapkan Kalteng menjadi daerah penyangga Ibukota Negara Baru. Dengan, memberikan dukungan penyediaan berbagai komoditas pertanian, perkebunan holtikultura, perikanan dan peternakan,” ungkap Dr Andrie Elia SE MSi menambahkan.

Sementara itu, Ketua Tim Kawasan Pertanian Terpadu UPR Dr Nyahu Rumbang menjelaskan, pada kawasan pertanian terpadu ini, tidak hanya terfokus pada pengembangan sektor pertanian saja, melainkan kedepannya juga akan mengembangkan sektor perikanan, dan peternakan, seperti ayam dan itik.

“Pada kawasan pertanian terpadu, selain mengembangkan berbagai komoditas pertanian, kedepan sektor perikanan dan peternakan akan dikembangkan disini,” kata Dr Nyahu Rumbang.

Hal penting lainnya, Dr Nyahu Rumbang menambahkan, melalui pengembangan kawasan pertanian terpadu ini, menjadi salah satu upaya untuk menunjang peningkatan akreditasi dari Fakultas Pertanian (Faperta) UPR, beserta program studi yang ada didalamnya.

“Ketika nanti, ada tim asesor datang, maka akan kita bawa ke lokasi pertanian terpadu UPR ini, yang meliputi peternakan, perikanan, kehutanan dan budidaya,” tuturnya.

Serta, harapannya melalui kawasan pertanian terpadu UPR ini, maka kedepannya UPR dapat mengembangkan inkubator bisnis. Karena, semua Perguruan Tinggi, dianjurkan membangun inkubator bisnis, supaya dapat melatih mahasiswa menjadi wirausaha muda.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: