Beritakalteng.com – Tamiang Layang – Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Seqaji, mengatakan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadam dan penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran sejak dini.
Minggu sore (18/10/2026) Polres Barito Timur mengelar press rilis penanganan karhutla mulai periode 1 Januari sampai 18 Oktober 2026, berdasarkan hasil data dari BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur.
Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Seqaji mencacat ada 796 kejadian karhutla dengan total luasan mencapai 1.205 hektare.
“Kecamatan Karusen Janang ada 165 kejadian dengan luas lahan terbakar 199,6 hektare. Disusul Paju Epat sebanyak 135 kejadian dengan luas 164,6 hektare dan Pematang Karau ada 117 kejadian dengan luas 233,1 hektare,” kata Kapolres.
Selanjutnya, Kecamatan Dusun Timur 113 kejadian dengan luas 70,9 hektare, Paku 108 kejadian luas 80,9 hektare, Raren Batuah ada 49 kejadian dengan luas 125,7 hektare, Dusun Tengah 39 kejadian dengan luas 37,8 hektare, Patangkep Tutui 25 kejadian dengan luas 228,6 hektare, Awang 24 kejadian luas 18,3 hektare, terakhir Benua Lima 21 kejadian dengan luas 45,5 hektare.
Dikatakan Kapolres, jajaran Polres Barito Timur telah melakukan berbagai upaya dalam penanggulangan, mulai dari pemadaman langsung dilapangan, patroli preventif, sosialisasi larangan membakar hutan dan lahan, hingga pemasangan spanduk diwilayah tertentu.
Kemudian, Polres Barito Timur juga memperkuat kesiapsiagaan melalui pembentukan pos dilapangan terpadu, pengecekan sarana dan prasarana pemadam, serta dukungan peralatan kepada kelompok masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Lanjut, bantuan air bersih sebanyak 15.400 liter untuk masyarakat Barito Timur yang terdampak kekeringan.
“Bantuan tersebut diberikan di Desa Wungkur Nanakan, Bangkirayen, Bantai Karau RT 15 Ampah Kita, Desa Dorong, serta Mangkarap,” jelas AKBP Iqbal Seqaji.
Dalam mempercepat penanganan karhutla, Polres Barito Timur sudah memetakan wilayah menjadi zona pos dilapangan karhutla yang turut melibatkan jajaran Polsek dan personel gabungan.
Dalam penanganannya, ada beberapa titik prioritas kemudian, petugas mengarahkan personel lintas instansi serta menggunakan berbagai sarana dan prasarana, termasuk mesin pompa air, kendaraan tangki air, dan alat berat sesuai kebutuhan dilapangan.
Kapolres juga meminta kepada persoalan untuk mengutamakan koordinasi dan komunikasi baik personel maupun instansi terkait.
“Pemerintah Kabupaten Barito Timur telah memperpanjang status tanggap darurat bencana karhutla sampai akhir 31 Oktober 2026,” pungkasnya. (ags)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah