Beritakalteng.com – Tamiang Layang – Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ditunjukkan Rimau Group bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Posko Terpadu Karhutla Kabupaten Barito Timur dengan membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan di Kota Tamiang Layang, Sabtu (12/9/2026).
Aksi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Pelaksana BPBD Damkar Barito Timur, Ahmad Gazali. Ia menilai keterlibatan dunia usaha, organisasi kewartawanan dan unsur penanggulangan Karhutla merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang kini harus beraktivitas di tengah kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan.
“Alhamdulillah hari ini dari pihak perusahaan Rimau Group, PWI dan Posko Karhutla membagikan masker kepada banyak masyarakat yang berlalu lalang di jalan raya ini. Tentunya terkait dengan aksi itu kami sangat mengapresiasi,” ujar Ahmad Gazali saat ditemui seusai kegiatan.
Menurutnya, kepedulian seperti itu sangat dibutuhkan karena kondisi kabut asap di Kota Tamiang Layang mengalami peningkatan cukup signifikan pada Sabtu sore. Ketebalan asap bahkan disebut jauh lebih pekat dibandingkan kondisi pada pagi hingga siang hari.
“Kita memperhatikan kondisi terakhir pada sore hari ini, kabut asap sudah sangat memprihatinkan dan jauh lebih pekat dari pagi tadi. Tadi siang juga belum sepekat ini, tapi mulai sore ini sangat pekat,” katanya.
Kegiatan pembagian masker tersebut dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan dipusatkan di depan Kantor Bupati Barito Timur. Para pengendara yang melintas tampak antusias menerima masker yang dibagikan sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan asap Karhutla.
Gazali mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi tersebut. Warga yang harus bepergian atau melakukan aktivitas di luar rumah diminta mengenakan masker guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat menghirup udara yang tercemar asap.
“Maka dari itu kami mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa mengenakan masker saat bepergian atau keluar rumah,” tegasnya.
Kalaksa BPBD Damkar juga berharap masker yang telah dibagikan tidak hanya diterima dan disimpan, tetapi benar-benar digunakan oleh masyarakat, terutama ketika kondisi kabut asap semakin pekat. Penggunaan masker dinilai penting untuk membantu menekan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Hanya saja kami juga berharap bahwa masyarakat yang menerima masker itu bukan hanya disimpan, tapi betul-betul dipakai sehingga mengurangi risiko akibat paparan kabut asap, seperti penyakit ISPA dan lainnya,” ucap Gazali.
Lebih jauh, ia berharap aksi kepedulian tersebut dapat diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di wilayah Barito Timur. Menurutnya, penanganan dampak Karhutla dan kabut asap membutuhkan dukungan berbagai pihak, sehingga beban pemerintah dalam melindungi masyarakat dapat ditopang melalui kolaborasi dengan dunia usaha.
“Kemudian kami juga berharap mudah-mudahan ada kepedulian dari perusahaan-perusahaan yang lain untuk turut serta berbagi mengatasi dampak dari Karhutla dan kabut asap yang sudah dalam tahap memprihatinkan ini,” tuturnya.
Gazali menegaskan, pemerintah memiliki keterbatasan apabila harus menghadapi seluruh persoalan Karhutla dan dampaknya seorang diri. Karena itu, partisipasi dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya bersama mengurangi dampak yang dirasakan warga.
“Kalau kita hanya mengandalkan kekuatan pemerintah pasti sangat terbatas. Karena itu kami sangat mengharapkan bantuan dan uluran tangan dari dunia usaha untuk sama-sama kita meringankan beban masyarakat kita dalam menghadapi cuaca yang tidak menentu seperti ini, paginya sedikit cerah namun pada sore hari kabut asap begitu tebal,” jelasnya.
Kalaksa pun mengajak seluruh pihak untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, penanganan Karhutla bukan hanya berkaitan dengan upaya pemadaman, tetapi juga bagaimana melindungi masyarakat dari dampak kabut asap yang ditimbulkannya.
“Mari kita bersama-sama bergotong royong menyikapi dan mengambil bagian untuk mengatasi kondisi kabut asap yang sangat memprihatinkan ini,” pungkas Gazali.
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah