Dekatkan Akses Kesehatan Mental, Dinas P3APPKB Kalteng Beri Konsultasi Psikologis Gratis untuk Warga Pulang Pisau

Pulang Pisau – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P3APPKB) Provinsi Kalteng kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Salah satu upayanya diwujudkan melalui penyediaan layanan psikologis gratis bagi masyarakat, yang dihadirkan secara langsung dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (2/7/2025).

Program ini menjadi bagian dari implementasi visi dan misi Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, untuk mewujudkan pembangunan manusia yang berkualitas, berkeadilan, dan sejalan dengan semangat “Kalteng Makin Berkah” serta filosofi “Manggatang Utus”. Melalui layanan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh dukungan psikologis yang memadai tanpa hambatan biaya maupun akses.

Layanan psikologis gratis tersebut mencakup konsultasi dengan psikolog profesional terkait berbagai persoalan, mulai dari dinamika keluarga, persoalan anak dan remaja, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kesehatan mental, hingga masalah pribadi yang membutuhkan pendampingan. Warga dapat berkonsultasi langsung secara tatap muka, sehingga proses asesmen dan penanganan awal dapat dilakukan dengan lebih optimal.

Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menegaskan bahwa layanan ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan psikososial masyarakat.

“Kesehatan mental adalah hak dasar yang tidak kalah penting dengan kesehatan fisik. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga ketenangan pikiran, keharmonisan keluarga, dan memastikan akses bantuan tetap terbuka saat dibutuhkan,” ujar Linae.

Selain konsultasi individu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan edukasi singkat mengenai pengenalan stres dan kecemasan, teknik pengelolaan emosi, serta cara membangun pola komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga. Peserta juga diberikan materi edukasi terkait layanan perlindungan perempuan dan anak, termasuk informasi mengenai mekanisme pelaporan jika terjadi kekerasan atau situasi berisiko lainnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang memanfaatkan layanan tersebut. Salah satu peserta, Herlina (32), menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif pemerintah.

“Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan layanan seperti ini secara gratis. Ini sangat membantu kami memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dalam keluarga, apalagi tidak semua orang tahu harus berkonsultasi ke mana,” tuturnya.

Dengan terselenggaranya layanan ini, Pemprov Kalteng berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya kesehatan mental serta berani mencari bantuan profesional ketika menghadapi persoalan yang memengaruhi kesejahteraan diri dan keluarga. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan serupa di kabupaten dan kota lainnya agar manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

(tr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *