Peserta Pelatihan Kerajinan Anyaman Rotan

Dorong Kemandirian Ekonomi Lokal, Pemprov Kalteng Gelar Pelatihan Anyaman Rotan di Katingan

Kasongan – Upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam bidang industri kreatif kembali dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Kali ini, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah, digelar Pelatihan Kerajinan Anyaman Rotan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Katingan. Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, pada Senin (23/6/2025) hingga Rabu (25/6/2025).

Pelatihan ini dirancang untuk membekali masyarakat, khususnya para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), dengan keterampilan mengolah bahan baku rotan menjadi produk bernilai tinggi yang memiliki daya saing di pasar lokal maupun nasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Kepala Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Katingan, Supardie, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Pelatihan diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari perwakilan dua kelurahan, yakni Kasongan Lama dan Kasongan Baru, serta tiga desa di Kecamatan Katingan Hilir: Tumbang Liting, Tewang Kadamba, dan Talian Kereng.

Dalam sambutannya, Supardie menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Katingan. “Pelatihan ini adalah bukti nyata perhatian provinsi terhadap pengembangan keterampilan masyarakat di tingkat kabupaten. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten,” ujarnya.

Supardie menekankan bahwa kerajinan anyaman rotan tidak hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. “Dengan kreativitas dan sentuhan modern, produk rotan kini diminati di dalam negeri maupun di pasar internasional. Pelatihan ini menjadi kesempatan emas bagi para pelaku IKM dan generasi muda untuk menambah keterampilan yang dapat langsung diterapkan,” tambahnya.

Ia juga menyoroti peluang yang dapat muncul dari keterampilan ini, seperti mendirikan usaha mandiri, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan keluarga. “Ini bisa menjadi titik awal tumbuhnya sentra-sentra industri rotan baru di daerah kita. Mari kita dukung kebangkitan industri kreatif berbasis kerajinan lokal demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” tandas Supardie.

Sementara itu, Kepala Bidang Industri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng, Simon Fahmi Obos, mewakili kepala dinas provinsi, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mencetak wirausahawan baru. “Pelatihan ini bertujuan mengangkat potensi daerah melalui produk lokal yang berkualitas, menarik, dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun global. Pemberdayaan IKM adalah strategi penting untuk memperkuat struktur ekonomi, mengentaskan kemiskinan, dan memperluas kesempatan kerja,” jelasnya.

Dengan pelatihan ini, diharapkan keterampilan masyarakat dalam mengolah rotan tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

(tr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *