Foto : Selama lima hari sejak tanggal 7 - 11 Juli 2025, sebanyak 43 orang guru dari sejumlah SD, SMP dan SMA yang ada di Barsel mengikuti pelatihan KA yang digelar di Aula SMPN 1 Buntok.

Jalankan Program Kemendikdasmen, HAFECS Gelar Pelatihan KA Bagi Para Guru di Barsel

Beritakalteng.com, BUNTOK – Menjalankan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, yayasan Hasnur Center yakni HAFECS menggelar pelatihan Koding Artifisial (KA) bagi para guru yang ada di Kabupaten Barito Selatan.

Dalam kegiatan yang digelar di Aula SMPN 1 Buntok selama lima hari sejak tanggal 7 – 11 Juli 2025 tersebut, diikuti oleh sebanyak 43 orang guru dari sejumlah SD, SMP dan SMA yang ada di Barsel.

Dijelaskan oleh Deputy Director in Research & Development dan Head of Teaching Challenges & Sister School Program di HAFECS, Danang Bagus Yudhistira, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru di bidang ilmu teknologi.

“Jadi pemerintah punya kebijakan mengajarkan koding artifisial bagi siswa – siswa SD, SMP dan SMA. Maka dari itu pemerintah menyiapkan perangkatnya, berupa kurikulum, dan kurikulum itu dilatihkan oleh Lembaga Pelatihan Diklat (LPD), salah satu LPD yang teripilih adalah kami dari yayasan Hasnur Center,” terangnya usai menutup kegiatan, Jumat (11/7/2025).

Dijelaskan Danang, HAFECS berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (DGTK) Kemendikdasmen, pelatihan ini akan dilaksanakan selama tiga bulan kedepan.

“Jadi inilah pelatihan yang pertama, in satu selama lima hari, kemudian akan dilanjutkan di learning managemen system yang disediakan oleh Kemendikdasmen, dan nanti akan dilanjutkan di in dua selama dua bulan kedepan,” rinci dia.

Khusus untuk LPD Hasnur Center sendiri, beber dia lagi, mendapatkan tugas untuk memberikan pelatihan di tiga daerah yang ada di Kalimantan Tengah, yaitu di Barsel, Kota Palangka Raya dan Kotawaringin Timur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMPN 1 Buntok, Nurul Majidah, berharap agar apa yang sudah diperoleh melalui pelatihan ini, bisa diimplementasikan dan dipratekan dengan guru – guru yang lain, ataupun dengan peserta didik.

“Dan dengan Grati Z, yang pastinya menambah lagi kecerdasan untuk semua siswa. Kita di SMP 1 Buntok sendiri akan segera mempraktekan dan membagikan langsung hal ini di lapangan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *