Pemerintah Terus Upayakan Pengurangan Sampah Plastik

PALANGKARAYA – Polusi plastik merupakan ancaman yang berdampak pada setiap komunitas di seluruh dunia pada tahun 2024 diproyeksikan terdapat 29 juta ton plastik masuk ke ekosistem perairan.

“Melalui peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2023 saya menyerukan semua stakeholder untuk bersama-sama menemukan dan memperjuangkan solusi untuk polusi plastik,” kata Plt. Kepala DLH Provinsi Kalteng, Joni Harta, Jumat (28/7/2023).

Berdasarkan data sistem informasi pengelolaan sampah nasional di tahun 2023 Indonesia menghasilkan sekitar 68,5 juta ton sampah dan sekitar 18,5 persen diantaranya berupa sampah plastik.

“pemerintah terus mengupayakan pengurangan sampah plastik. melakukan berbagai pengaturan diantaranya penerbitan undang-undang Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah Peraturan Pemerintah Nomor 81 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan Sampah sejenis sampah rumah tangga dan peraturan pemerintah nomor 27 tahun 2020 tentang pengelolaan sampah spesifik serta regulasi turunan yang mengatur penanganan sampah mulai dari hulu sampai Hilir,” ujarnya menambahkan.

Pemerintah menargetkan agar bisa mengurangi sampah sebesar 30 persen di tahun 2025 dan dapat menangani tumpukan sampah sebesar 70 persen pada tahun 2025

“Ini kita menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan yaitu daur ulang sampah atau circular ekonomi ekonomi sirkular adalah konsep pemaksimalkan nilai penggunaan suatu produk dan komponennya secara berulang sehingga tidak ada sumber daya yang terbuang dalam konteks pengeluaran sampah praktik sirkular ekonomi bisa diwujudkan melalui praktik pengurangan sampah desain ulang penggunaan kembali produksi ulang dan daur ulang secara langsung,” kata Joni.

Pihaknya mengajak untuk terus menggalakkan berbagai langkah dan upaya mendorong kehidupan yang berkelanjutan secara kondusif Agar lingkungan sehat Mari kita lakukan pembersihan plastik di pantai-pantai kawasan konservasi bantaran sungai tempat-tempat umum dan banyak lagi sehingga dapat memperkuat budaya kehidupan berkelanjutan kita harapannya Mari kita terus menjaga keseimbangan manusia dan alam,”pungkasnya.(Ngel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *