
Beritakalteng.com, BUNTOK – Lantaran tiang tempat mengikat tali tambatan patah, Dermaga Pelabuhan yang berada di Pasar Lama, Kelurahan Buntok Kota, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan hanyut terbawa arus sungai Barito, Senin (8/11/2021).
Diceritakan oleh Kepala UPTD Pelabuhan Pasar Lama, Hantik Supriyono, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.
Pada mulanya ia sudah mencurigai akan terjadi hal tersebut, maka dirinya segera berangkat ke toko untuk membeli tali baru guna menambah tambatan. Namun, selagi dirinya sampai di rumah setelah membeli tali, dermaga dilaporkan sudah hanyut terbawa derasnya arus sungai Barito yang dalam kondisi mulai banjir.
“Saya tadi mampir ke toko untuk membeli tali, tapi begitu saya sampai di rumah, saya ditelpon dari sini (UPTD), itu (dermaga) sudah lepas,” ceritanya.
Sempat hanyut beberapa kilometer, berkat kerjasama antara Kepolisian, pihak Dinas Pehubungan (Dishub) Barsel serta bantuan dari warga, dermaga akhirnya bisa dievakuasi di daerah hilir Buntok atau tepatnya di wilayah Kamper, Kelurahan Hilir Sper, Kecamatan Dusun Selatan.
Dijelaskan oleh Hantik, selain karena memang kondisi pelabuhan yang sudah uzur, naiknya debit air sungai Barito merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kejadian tersebut.
“Kalau itu (penyebabnya), adalah faktor alam dan juga faktor usia dermaga. Faktor alam itu karena banjir, ada kelotok kecil lewat, tiba-tiba putus tali tambatnya,” tuturnya.
Guna menindaklanjuti agar dermaga kembali bisa beroperasi, diakui Hantik pihaknya segera akan melakukan perbaikan jembatan penghubung dari pelabuhan yang ada di darat menuju dermaga.
Karena kondisi pelabuhan yang masih darurat, untuk sementara pihak UPTD akan memindahkan lokasi tambat bagi kapal besar dan hanya membolehkan kapal-kapal kecil dan Speedboat saja yang boleh bersandar di dermaga.
“Untuk sementara tidak boleh tambat untuk kapal yang besar, akan kita alihkan. Mungkin kita perbaiki jembatannya dahulu, ini kan masih darurat,” tukasnya.
Dibeberkan dia lagi, berdasarkan data yang dimiliki sejak pengecatan pada tahun 2008 lalu, pelabuhan yang merupakan aset dengan status kepemilikan pusat tersebut, tidak pernah lagi tersentuh perbaikan selama belasan tahun terkahir.
“Karena perawatan kita tidak berjalan, memang tidak ada anggaran perawatan,” bebernya.
Untuk itu, ia berharap agar perbaikan pelabuhan pasar lama, baik itu dermaga maupun bangunan kantor bisa segera dilaksanakan, apalagi diakuinya, beberapa waktu lalu pihak Dishub Provinsi Kalimantan Tengah dan konsultan dari Balai Kementerian Perhubungan sudah melakukan survey di pelabuhan yang berdiri sejak tahun 1972 tersebut.(Sebastian)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah