FAO dan KKP RI Kembangan Percontohan Perikanan Berkelanjutan di Barsel

Foto : KKP RI bekerjasama dengan FAO Indonesia, menetapkan Barsel sebagai salah satu kabupaten dari lima daerah se-Indonesia sebagai tempat pengembangan pengelolaan perikanan perairan darat berkelanjutan.

Beritakalteng.com, BUNTOK – Dengan target menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain, Kabupaten Barito Selatan ditetapkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP RI) menjadi salah satu dari lima daerah se-Indonesia sebagai tempat pengembangan perikanan darat berkelanjutan.

Hal ini, disampaikan oleh Filed Officer FAO Indonesia, Rahmatullah Hadi saat pembukaan kick off dan inception meeting pengelolaan perikanan beje di Aula Kantor Bappeda, Rabu (3/11/2021).

Sebagai salah satu dari lima kabupaten yang terpilih sebagai lokasi pelaksanaan I-Fish, selain Kapuas, Kalimantan Tengah, Kabupaten Kampar, Riau, Kabupaten Cilacap dan Sukabumi, Jawa Barat, diharapkan bisa menjadi langkah awal pengelolaan perikanan darat yang berkelanjutan.

“Program I-Fish project untuk mengembangkan lokasi percontohan pengelolaan perikanan darat yang berkelanjutan,” terangnya.

Ia berharap kedepannya lokasi pencontohan ini dapat diduplikasi di daerah lain, baik itu di level kabupaten, provinsi maupun nasional.

Selain itu, dengan target berdampak kepada pengelolaan perikanan yang lebih baik, untuk itu pihaknya juga telah membuat forum pengelolaan perairan darat.

“Dalam forum ini rutin kita laksanakan satu bulan sekali. Kita berharap dari forum itu tercipta rekomendasi-rekomendasi untuk membuat kebijakan atapun rumusan-rumusan terhadap pengelolaan perairan darat yang lebih baik,” jelas Rahmatullah.

Sementara itu, kepala unit pelayanan PT. Sucofindo, Uus Usman, mengatakan, sebagai salah satu BUMN yang ditunjuk melaksanakan pekerjaan ini, sebelumnya juga telah diberikan penjelasan dan berkolaborasi dengan pakar lokal serta dengan tenaga ahli perikanan dari Jawa.

“Kita juga melibatkan putra daerah lokal terutama untuk fasilitator di lapangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam kegiatan ini juga akan dilaksanakan diskusi dan menyerap aspirasi dari para peserta yang hadir.

“Sehingga apa yang kita sampaikan teori dari pusat apakah ada improvement atau tambahan,” pungkas Uus.(Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *