FOTO : Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Senin (11/5/2020).

Selama 6 Hari, Asrama Haji Al Mabrur Sudah Mengkarantina 35 Orang

FOTO : Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Senin (11/5/2020).

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19) Kota Palangka Raya Fairid Naparin, melalui Ketua Hariannya Emi Abriyani mengatakan, sampai pada hari Senin (11/5/2020) menurut data terkini, pihaknya ada penambahan beberapa orang yang dikarantina di Asrama Haji Al Mabrur.

“Asrama Haji Al Mabrur terhitung hari ini, sudah enam hari beroperasi sebagai tempat karantina bagi Orang Tanpa Gejala (OTG), kontak erat dan orang yang menunggu hasil swab tes,” Jelas Emi, Senin (11/5/2020).

Lanjut Emi mengatakan, berdasarkan data sebelumnya, ada 22 orang yang masuk dikarantina diawal beroperasinya Asrama Haji Al Mabrur, dan sekarang menurut data terbaru ada penambahan 13 orang yang ikut dikarantina.

“Alhamdulillah untuk orang yang di karantina ini ada yang memiliki keadaran yang tinggi, setelah melalukan swab tes orang tersebut langsung menyerahkan diri dan registrasi untuk minta di karantina di lokasi tersebut,” Ucapnya saat diwawancarai awak media.

Sambung Emi menuturkan, kesadaran masyarakat yang tinggi sangat diperlukan di situasi pandemi Covid-19 seperti ini, karena kesadaran masyarakat dan kejujuran masyarakat dalam kondisi tubuhnya lah merupakan peran penting dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Ungkap Emi, jadi ada sekitar total 35 orang pada saat ini yang mengikutk karantina mandiri di lokasi tersebut. Dan untuk sampai hari keenam ini proses pemantauan para orang yang di karantina tersebut belum ada kendala.

Emi juga menghimbau, kepada masyarakat yang memiliki gejala-gejala dan pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Harap bisa memeriksakan dirinya selain itu juga agar diminta untuk mau melakukan isolasi di Asrama Haji Al Mabrur selama menunggu hasil tes.

“Kesadaran masyarakat akan keinginan untuk melakukan isolasi mandiri setelah melakukan tes sangat penting, mengingat masa inkubasi 14 hari baru bisa terlihat gejala-gejalanya sehingga di perlukan isolasi agak tidak menularkan virus tersebut ke keluarganya,” pungkasnya.(YS/a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *