
Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Wakil Rakyat dapil Kalteng IV, meliputi Kabupaten Barito Selatan, Barito Utara, Barito Timur dan Murung Raya, H. Achmad Rasyid menyampaikan mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) agar bisa segera turun tangan mengkoordinir pemerintah kabupaten/kota, untuk bisa menangani berbagai persoalan yang saat ini sedang dihadapi oleh para mahasiswa asal Kalteng, imbas dari adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
“Berdasarkan informasi yang saya terima, adanya pandemi COVID-19 yang mewabah di Indonesia, termasuk di wilayah Kalteng ini juga berdampak kepada mahasiswa kita, baik yang kuliah di dalam maupun di luar wilayah Kalteng. Kabarnya saat ini mahasiswa kita tengah menghadapi berbagai kesulitan,” Ucap H. Rasyid, Selasa (5/4/2020).
Lanjut Anggota Dewan Provinsi dari Fraksi Partai Gerindra tersebut menyampaikan, berberapa kabar yang diterimanya, ialah diantaranya saat ini sejumlah mahasiswa yang ada di dalam maupun di luar Kalteng, sedang mengalami kesulitan untuk membayar uang kuliah, kurangnya pasokan bahan makanan, bahkan adapula yang sampai kehabisan uang kiriman dari orang tuanya, karena dalam situasi sulit ini kiriman dari orang tuanya yang tidak lancar.
Adanya pandemi COVID-19, tampaknya juga berdampak pada berbagai sendi-sendi kehidupan masyarakat, termasuk perekonomian masyarakat nya, terlebih orang tua mahasiswa, yang saat ini mungkin saja mengalami penurunan drastis, atau bahkan ada pula yang terpaksa harus berhenti untuk sementara waktu.
Selain itu, banyak mahasiswa yg tidak bisa membayar uang kuliah, karena sudah tidak mendapat kiriman lagi dari orang tua di kampung belum lagi banyak kampung-kampung yang lagi dilanda banjir, sehingga orang tua tidak dapat bekerja.
Dikatakan anggota Komisi IV Bidang Pembangunan dan Infrastruktur tersebut, Dirinya menyarankan kepada Pemprov Kalteng dapat melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota se Kalteng, untuk mengetahui sebaran mahasiswa dari daerahnya masing-masing, saat ini kuliah dimana saja, serta memetakan permasalahan dan kesulitan yang sedang dihadapi.
“Saya mendorong agar pemda dapat mendata berapa banyak mahasiswa yang kuliah, baik itu di dalam maupun di luar Kalteng, kemudian asal daerahnya darimana saja?, bagaimana kondisi mereka?, serta apa saja yang menjadi kebutuhan mereka saat ini?. Harus ada langkah cepat dan tepat, karena kita tidak tahu sampai kapan pandemi COVID-19 ini akan berakhir,” Ujarnya.
Pendataan sangat lah penting, karena dengan adanya data yang dihimpun, maka pemerintah daerah bisa menentukan langkah-langkah selanjutnya, Sambung H. Rasyid bahwasanya melalui data yang ada, selanjutnya pemerintah daerah asal mahasiswa tersebut, bisa menentukan bagaimana cara membantu dan menolong mahasiswanya.
“Bantuan dan uluran pemerintah daerah, sangat lah dibutuhkan oleh adik-adik mahasiswa kita, terlebih bagi mahasiswa kita yang saat ini, sedang berkuliah di luar daerah Kalteng yang hidup jauh merantau, untuk kuliah di luar sana,” Imbuhnya.
Kembali H. Rasyid menuturkan, akan sangat disayangkan sekali, bila pemerintah daerah tidak peka terhadap situasi sulit yang kini sedang dihadapi oleh mahasiswa kita. Karena, siapa lagi yang akan bisa membantu, selain pemerintah daerah asal mahasiswa tersebut.
“Karena mengingat, adik-adik mahasiswa itu adalah merupakan aset kita, yang akan menjadi aset sumber daya manusia (SDM) untuk masa yang akan datang. Saya berharap, semoga saja pemerintah daerah bisa sesegera mungkin, memikirkan cara untuk membantu mahasiswa, baik yang berkuliah di dalam daerah, apalagi para mahasiswa yang kuliah di luar Kalteng,” Tutupnya.(YS/a2)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah