Palangka Raya, Beritakalteng.com – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Wengga Febri Dwi Tanada, mengajak masyarakat untuk terus melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya. Upaya ini penting dilakukan agar bahasa daerah tetap dikenal, digunakan, dan diwariskan kepada generasi muda.
Bahasa daerah memiliki peran penting dalam menjaga identitas masyarakat serta mencerminkan kekayaan budaya yang dimiliki Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, keberadaannya perlu dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
“Karena ada pelestarian bahasa daerah dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua diharapkan membiasakan anak-anak menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari agar mereka mengenal dan memahami bahasa yang diwariskan oleh generasi sebelumnya,”ucap Febri.
Menurut Febri, selain keluarga, lingkungan sekolah juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan bahasa daerah kepada peserta didik. Pembelajaran mengenai bahasa dan budaya lokal dapat membantu generasi muda memahami kekayaan tradisi yang dimiliki daerahnya.
“Percayakan kepada penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu langkah sederhana untuk mempertahankan keberadaannya. Dengan kebiasaan tersebut, bahasa daerah dapat terus digunakan dan tidak hanya dikenal sebagai bagian dari sejarah,”terangnya, Rabu (21/10/2026).
Di tengah perkembangan teknologi dan komunikasi, generasi muda perlu didorong untuk tetap mengenal bahasa daerah. Pemanfaatan media digital dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kosakata, cerita rakyat, dan ungkapan tradisional kepada masyarakat luas.
“Penjelasan dalam pelestarian bahasa daerah juga berkaitan erat dengan keberlangsungan adat istiadat dan tradisi masyarakat. Banyak nilai kehidupan, nasihat, serta pengetahuan lokal yang diwariskan melalui bahasa dari satu generasi ke generasi berikutnya,”jelasnya.
Meski demikian, ia mengatakan bentuk kesadaran masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga keberadaan bahasa daerah. Upaya pelestarian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, tokoh adat, dan komunitas budaya.
Sementara itu, kegiatan kebudayaan dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap bahasa daerah. Berbagai kegiatan seperti lomba bercerita, membaca puisi, dan pertunjukan seni tradisional dapat membantu memperkenalkan bahasa daerah secara menarik.
“Fokusnya adalah dokumentasi bahasa daerah juga penting dilakukan untuk menjaga kosakata dan ungkapan yang mulai jarang digunakan. Dokumentasi tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus sumber pengetahuan bagi generasi mendatang,”tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa peran generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pelestarian bahasa daerah. Dengan mengenal dan menggunakan bahasa lokal, mereka turut menjaga kesinambungan budaya serta memperkuat rasa bangga terhadap identitas daerah.
“adanya pelestarian bahasa daerah juga dapat memperkuat keberagaman budaya di Kalimantan Tengah. Setiap bahasa memiliki ciri khas dan nilai tersendiri yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat,”tanggapnya.
Oleh sebab itu, upaya memperkenalkan bahasa daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai lingkungan kehidupan. Dukungan masyarakat dan lembaga pendidikan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya.
“Melalui ajakan, ya karena itu pelestarian bahasa daerah, diharapkan masyarakat Kalimantan Tengah semakin peduli terhadap keberlangsungan bahasa dan budaya lokal. Dengan keterlibatan bersama, bahasa daerah dapat terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas serta kekayaan budaya bangsa,”takas Febri. (Wid)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah