Sekretaris Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bryan Iskanda

Revitalisasi Pendidikan Kejuruan untuk Dukung Industri Kalteng

Beritakalteng.com, Palangka Raya – Sekretaris Komisi III (Kalteng), Bryan Iskandar, menekankan pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam industri pertambangan dan perkebunan. Ia mendorong perusahaan di Kalteng mewajibkan perekrutan minimal 30 persen tenaga kerja dari putra daerah.

“Kemarin kami menuntut untuk setiap perusahaan tambang untuk merekrut putra daerah minimal 30 persen,” ujar Bryan kepada wartawan, Minggu, 21 September 2025.

Menurut Bryan, DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kalteng saat ini tengah menggencarkan revitalisasi pendidikan kejuruan, baik di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) maupun perguruan tinggi. Upaya ini untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor tambang dan perkebunan.

“Dalam waktu dekat memang kami ingin revitalisasi untuk program kejuruan, khususnya bagi lapangan kerjaan, terutama yang paling besar saat ini yaitu pertambangan dan perkebunan,” katanya.

Ia menilai lembaga pendidikan seperti SMK dan universitas harus lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar. “SMK dan universitas harus adaptif. Saya setuju dengan argumentasi bahwa harus ada kesesuaian antara keinginan pasar dan suplai tenaga kerja daerah,” ujarnya menambahkan.

Bryan mencontohkan program pelatihan operator alat berat yang relevan dengan kebutuhan industri. “Contoh terkini ada program operator alat berat. Harapan kami, kejuruan di SMK bisa mengoperasikan alat berat dan menjadi tenaga kerja baru di perusahaan,” kata dia.

Selain itu, Bryan mengapresiasi langkah Gubernur Kalteng yang dinilai serius memperhatikan isu ketenagakerjaan, termasuk penertiban investor.

“Pak Gubernur lagi gencar-gencarnya untuk menertibkan investor yang ada di Kalteng. Tidak hanya soal pelat KH, tapi hal kecil saja sudah diperhatikan komitmennya. Apalagi tentang tenaga kerja,” ucapnya.

Ia berharapan agar suplai tenaga kerja lokal bisa sejalan dengan standar kebutuhan perusahaan. “Suplai tenaga kerja ini perlu berbenah. Harus ada standarisasi seperti apa kebutuhan dan spesifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan yang ada di Kalteng,” kata Bryan. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *