FOTO : Komisi III DPRD Kabupaten  Kotim Riskon Fabiansyah

DPRD Kotim Tanggapi Keluhan Masyarakan Soal Kekurangan Ruang Kelas

FOTO : Komisi III DPRD Kabupaten  Kotim Riskon Fabiansyah

BERITAKALTENG.COM, SAMPIT – Berkenaan dengan adanya keluhan yang disampaikan masyarakat terutama perihal kurangnya ruang kelas seperti yang dialami Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Ketapang Kecamatan Mentaya Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat tanggapan dari kalangan DPRD Kabupaten Kotim khususnya di Komisi III.

“Kami mendapat keluhan  adanya kekurangan ruang  kelas yang dialami SDN 6 Ketapang, sehingga para murid  harus diatur jam masuk sekolah, karena harus bergantian  memakai kelasnya, sebab ruang kelas yang ada tidak cukup  menampung seluruh murid  dalam waktu bersamaan kalau masuk semua,” Anggota  Komisi III DPRD Kabupaten  Kotim Riskon Fabiansyah, Sabtu (13/8/2022).

Dirinya mengatakan pada  prinsifnya pihaknya sangat  mendukung penambahan ruang kelas baru bagi sekolah-  sekolah yang jumlah muridnya sudah jauh melebihi daya  tampung, sehingga para murid  dapat masuk bersamaan, dan  tidak ada jadwal masuk siang  serta pemakaian kelas secara  bergantian, masalah ini juga  berdampak terhadap kualitas  pendidikan masyarakat.

“Kami berharap penambahan  ruang kelas baru dapat dipenuhi  sesuai kebutuhan di lapangan.  Tentunya nanti kita sambil  melihat kemampuan keuangan  daerah, apakah program tersebut bisa diakomodir atau tidak,  karena permasalahan kekurangan ruang kelas ini bukan hanya  terjadi di sekolah itu saja, tetapi  sekolah lain pun tidak sedikit  menghadapi permasalahan  serupa,” ujar Riskon.

Politisi muda Partai Golkar ini  juga menambahkan, hal yang  tidak kalah pentingnya adalah  memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) oleh operator  sekolah dengan tujuan, apabila  dana Anggaran Pendapatan dan  Belanja Daerah (APBD) tidak  mampu mengakomodir program peningkatan sarana dan  prasarana di sekolah, solusi lain  adalah diusulkan melalui jalur  dana alokasi khusus (DAK) dari  pemerintah pusat.

“Kami melihat selama ini Kabupaten Kotim sangat minim  bantuan DAK dari pemerintah  pusat. Penyebabnya di karena-  kan data Dapodik fasilitas pendidikan yang belum diperbarui  dan belum valid, maka dari itu  kami meminta Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan  untuk menjadikan momentum  permasalahan tenaga kontrak  sebagai waktu untuk melakukan pemetaan kebutuhan  tenaga pendidik, juga tenaga  operator sekolah yang selama  ini kurang diperhatikan,” tutup Riskon.(tbk)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *