PGRI Kotim Buka Posko Bantuan Sembako Korban Banjir

FOTO : Pengurus PGRI Kotim buka Posko musibah banjir.

BERITAKALTENG.com – Sampit – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur tetap membuka Posko Peduli Korban Banjir di Jalan Achmad Yani Sampit. Pasalnya belum bisa dipastikan musibah banjir berakhir di daerah itu.

“Kami tetap buka, sebab kita tidak tahu sampai kapan banjir ini. Sehingga jika masyarakat memerlukan kita selalu buka dan siap menyalurkannya,” ungkap Kepala PGRI Kotim, Suparmadi, Selasa, 14 September 2021.

Saat ini banjir di sejumlah wilayah di Kotawaringin Timur sudah mulai surut, namun masih ada beberapa desa yang masih terendam, sehingga masyarakat belum bisa beraktivitas secara normal. Tentu mereka masih membutuh ulur tangan bagi posko-posko yang secara sukarela menghimpun bantuan dari masyarakat.

Posko PGRI Peduli Korban Banjir pun telah menyalurkan 600 paket sembako bagi warga terdampak banjir. Bantuan tidak hanya diperuntukkan bagi para guru, namun juga masyarakat umum yang memerlukan.

“Seperti yang kita ketahui saat ini bencana banjir masih melanda saudara-saudara kita di wilayah utara. Maka kami dari PGRI berupaya menunjukan kepedulian kami melalui bantuan paket sembako dan bentuk bantuan lainnya, ” katanya.

Kendati Pemkab Kotim telah berupaya menangani warga yang terdampak banjir, PGRI sebagai organisasi guru juga ingin berpartisipasi melalui bantuan ini. Apalagi banjir ini juga berdampak pada guru-guru yang ada di 7 kecamatan terkena musibah. Yakni, Kecamatan Bukit Santuai, Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu, Tualan Hulu, Parenggean dan Kota Besi.

Bantuan ini diperoleh dari para guru, staf sekolah, dan kepala sekolah yang ada di Kotim. Selain itu ada pula bantuan dari lembaga swadaya masyarakat.

“Artinya mereka yang ikut menyumbang ini peduli, ingin berpartisipasi dan membagikan rezekinya untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana banjir,” imbuhnya.

Sebanyak 600 paket sembako dikirimkan beberapa hari lalu ke Kecamatan Parenggean. Dan di sana pihaknya bertemu perwakilan PGRI dari 7 kecamatan yang dilanda banjir.

Suparmadi berharap dengan bantuan ini bisa memenuhi kebutuhan warga yang terdampak banjir, setidaknya untuk beberapa hari ke depan. Ia pun berdoa agar bencana ini cepat berlalu dan kehidupan masyarakat yang terdampak banjir bisa kembali normal dan dapat beraktifitas seperti biasa. (arl/aga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: