Di Kalteng, Upaya 3T Belum Maksimal

FOTO : Ilustrasi.

 

BERITAKALTENG.com – Palangka Raya – Upaya 3 T yakni Tracking, Testing dan Treatment di Kalimantan Tengah untuk menghambat penyebaran Covid-19 dinilai masih lemah. Target dan sasaran 3 T di Kalteng yang seharusnya sudah mencapai sekian ribu per hari masih sangat jauh dari harapan. Padahal 3 T ini sangat penting guna melacak dan mengamankan warga lainnya yang kemungkinannya terpapar oleh Covid-19.

Ketum Ahli Epidemiologi Kalimantan Tengah, Rini Fortina mengungkap bahwa upaya 3 T di Kalteng masih sangat lemah jika dibandingkan dengan jumlah kasus paparan Covid-19 di masyarakat. Hal ini kemungkinan terjadi karena Kalteng masih berkekurangan jumlah Sumber Daya Manusia atau SDM yang terlatih. Serta juga akibat masih minimnya peralatan dan kelengkapan di laboratorium.

“Petugas 3 T ini diperbanyak dengan membuka rekrutmen relawan yang terlatih dan menjangkau ketepatannya. Ia menyebut seharusnya dalam satu kasus terkonfirmasi Covid-19. Seharusnya dilakukan 15 sampai 30 orang 3 T bagi kontak erat dan ditutup semaksimal mungkin kemungkinan lolosnya,” ujarnya, Rabu (11/8/2021).

3 T sangat penting untuk menekan penularan dan juga tingginya angka kematian akibat penyebaran Covid-19. Jika terlacak dan terdeteksi lebih cepat tentu perawatan dan penanganan lebih cepat dan akhirnya menurunkan resiko kematian. Selain itu jika dihitung biaya penanganan ketika pasien Covid-19 mengalami dampak Covid-19 tingkat berat dan parah, akan lebih murah jika sedari awal, jumlah orang terpapar Covid-19 tertangani menggunakan 3 T ini.

“Selain menurunkan risiko kematian, 3 T juga meminimalkan biaya dan tenaga yang dikerahkan ketika pasien covid 19 sudah terlambat untuk ditangani”, terangnya.

Lebih jauh Rini menyebut saat ini tiga kunci penanganan covid 19 yakni pentingnya penerapan Prokes. Selain 3 T, prinsip 3 M juga sangat penting dan ditambah dengan upaya vaksinasi yang kini makin dipercepat. Masyarakat dihimbau untuk terus menerapkan Prokes dan 3 M dalam kehidupan sehari hari dan juga secepatnya mendapatkan vaksin di pelayanan kesehatan terdekat. (arl/ta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: