FOTO :

Janinudin Dorong Masyarakat Ciptakan Ketahanan Pangan Keluarga

FOTO : anggota Komisi II DPRD Kalteng, Janinudin Karim

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA-  Ada berbagai macam solusi untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga pada komoditas pangan, terlebih ditengah pandemi covid-19 sekarang ini.

Salah satunya dengan menciptakan ketahanan pangan keluarga. bisa dilakukan dengan memanfaatkan sisa lahan perkarangan untuk bercocok tanam dan membudidayakan ikan secara mandiri.

Seperti yang disampaikan oleh anggota Komisi II DPRD Kalteng, Janinudin Karim bahwa memanfaatkan sisa lahan pekarangan tidak perlu harus luas, minimal kebutuhan pangan untuk keluarga sendiri dapat terpenuhi.

“Selain itu, pengeluaran rumah tangga juga dapat dihemat untuk kebutuhan lain. masyarakat bisa menyediakan beberapa pot tanaman cabai, bisa juga membuat kolam ikan ukuran kecil, atau bisa pula beternak unggas,” kata Janinudin Karim, senin (10/5/2021).

Dirinya menerangkan salah satu teknik sederhana, adalah teknik multi-fungsi yakni misalnya kolam ikan berada di bawah, sementara kandang ternak unggas bisa dibuat di atas kolam tersebut.

Sehingga kotoran unggas yang jatuh ke dalam kolam ikan yang berada dibawahnya bisa menjadi obat air kolam ikan. cara lainnya juga, yakni dengan memadukan kolam ikan dengan tanaman cabai.

“Caranya juga terbilang sederhana, yakni dengan menempatkan beberapa pot cabai secara sejajar pada tiang penyangga yang dibuat, berada di atas kolam,” ujarnya menambahakan.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan ini kembali menjelaskan, dalam menunjang keberhasilan, sambung Jainudin, masyarakat  juga harus membuat saluran sambungan pipa paralon dilengkapi kran buka tutup, untuk mengaliri air ke tanaman cabai yang ada di atas kolam, dengan memanfaatkan tenaga mesin pompa kolam ikan.

Teknik tersebut, saat ini sedang dikembangkan dan diterapkan. Bahkan cara demikian terbilang sederhana, tanpa harus membutuhkan tempat yang besar, dan biayanya pun masih cukup terjangkau.

Politisi dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini juga mengungkapkan, alternatif selain tanaman cabai, untuk jenis tanaman lainnya juga bisa dilakukan dengan cara yang sama, misalnya tanaman kangkung dan ketimun yang waktu panennya kurang lebih satu bulan.

Mengingat ada peluang usaha yang sangat memungkinkan dilakukan oleh masing-masing keluarga, yakni dengan melakukan budidaya tanaman jahe merah, terlebih mengingat harga jahe merah di pasaran berkisar Rp.50 ribu hingga Rp.60 ribu per kilogramnya.

Kendati, untuk masa panen jahe merah membutuhkan waktu sekitar 8 bulan, namun bisa dibayangkan berawal dari 1 kilogram jahe merah, kita bisa mendapatkan 40 – 60 kilogram jahe merah. Sehingga keuntungan yang didapatkan juga relatif tinggi.

“Untuk itu, saya sangat mendorong para keluarga untuk bisa memikirkan dari sekarang, dan mencoba mengembangkan usaha bercocok tanam dan budidaya ikan ataupun ternak unggas secara mandiri. Memang bukan menjadi sumber pemasukan utama, tapi cukup untuk memenuhi kebutcuhan pangan keluarga,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *