
Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Masih minimnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan khususnya bagi daerah pelosok, memicu terjadinya peningkatan angka pernikahan dini.
Guna menekan peningkatan angka pernikahan dini, kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPA) untuk berperan aktif dalam mensosialisasikan dampak penikahan dini secara berkelanjutan.
“pemikiran masyarakat pelosok lebih tersentralisasi pada menyambung hidup setelah lulus pendidikan tingkat dasar atau menengah, dibandingkan menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidup. untuk itu Pemerintah Daerah hendaknya terus mensosialisasikan dampak dari pernikahan dini,” kata Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Duwel Rawing jumat (7/5/2021)
Wakil rakyat dari daerah Pemilihan (Dapil) I meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas) dan Kota Palangka Raya ini berpendapat, pendidikan dianggap bukanlah prioritas utama bagi masyarakat pelosok. sehingga tak heran, berdampak pada peningkatan angka pernikahan dini.
“Pola pemikiran inilah yang harus diubah agar masyarakat bisa memprioritaskan pendidikan sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan, saya berharap ini menjadi perhatian serius instansi terkait dalam menyikapinya,” tutupnya.(a2)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah