Pulihnya Aktivitas Masyarakat Dorong Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Triwulan I

Foto : Aktifitas Pasar Ramadhan yang ada di Palangka Raya

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Sebagai upaya menjaga stabilitas harga barang dan jasa selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalteng bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Tengah telah menyelenggarakan high level meeting (HLM) TPID.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri. Fahrizal Fitri menyampaikan perlunya setiap daerah memperhatikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi (bahan pokok), menghimbau kepada masyarakat Kalteng untuk bijak dalam berkonsumsi dan tidak berlebihan dalam menyikapi informasi yang tidak benar (hoax).

“Setidaknya ada empat cara berbelanja dengan bijak. Pertama, berbelanja sesuai kebutuhan. Kedua, membandingkan harga demi memperoleh harga terbaik. Ketiga, berbelanja barang atau makan pengganti jika harga barang yang dibeli mahal. Keempat, tidak menimbun barang atau bahan makanan,” kata Fahrizal Fitri dalam arahanya.

Dijelaskanya, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah akan secara aktif dan konsisten melakukan pemantauan harga pasar sebagai upaya check and balance kewajaran harga di pasar.

Memanfaatkan pasar penyeimbang, kandang penyangga, kolam penyangga dan supply chain daging ayam ras beku untuk menjaga stabilitas harga.

“Melalui peran aktif masyarakat, didukung oleh pemantauan yang dilakukan secara kontinyu oleh TPID, stabilitas harga barang dan jasa selama periode bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H akan tercapai,” jelasnya.

Selain itu, mencermati perkembangan ekonomi terkini serta meningkatnya optimisme masyarakat terhadap program vaksinasi Covid-19, memberikan sinyal positif bahwa pemulihan ekonomi daerah Triwulan I-2021 masih berlangsung.

Data Google Mobility Report sampai dengan Maret 2021, yang menunjukkan mobilitas masyarakat Kalteng di tempat umum menunjukkan peningkatan terutama pada kategori Grocery & Pharmacy (Pasar, Supermarket, Apotek) dan Transit Stations (Halte, Terminal, bandara).

Hal ini mencerminkan pulihnya aktivitas masyarakat yang diperkirakan akan mendorong konsumsi Rumah Tangga pada Triwulan I-2021.

Demikian halnya apabila ditinjau dari sisi sektoral, kinerja beberapa lapangan usaha (LU) utama Provinsi Kalteng mengalami perbaikan.

Pada LU perdagangan, kinerja sektoral diperkirakan membaik seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan program vaksinasi yang diselenggarakan.

Demikian halnya pada LU konstruksi, dampak Proyek Nasional Strategis Food Estate Kalteng turut mengakselerasi program pembangunan jalan dan irigasi tahun 2021 khususnya di Kabupaten yang menjadi lahan PSN Food Estate.

Selain itu, Kinerja LU pertambangan juga diprakirakan mengalami peningkatan kinerja seiring dengan perbaikan harga batu bara dan meningkatnya aktivitas industri di beberapa negara mitra yang mengalami pemulihan ekonomi lebih cepat.

Hal yang sama juga terjadi pada LU pertanian dan industri pengolahan yang tetap tumbuh positif didorong masih terjaganya permintaan CPO domestik seiring berlanjutnya program B30 serta tetap tingginya permintaan CPO global terutama Tiongkok dan memburuknya produksi minyak nabati lain dari negara penghasil di Amerika Selatan yang turut mendongkrak harga CPO global.

Sebagai upaya menjaga momentum pemulihan ekonomi yang tengah terjadi di daerah khususnya pada pandemi, KPwBI Kalteng mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai melalui digital banking, uang elektronik dan kanal pembayaran QRIS (QR Code Indonesian Standard) sekaligus meminimalisir kontak fisik.

“perlunya dukungan seluruh pihak kepada UMKM dan wisata Lokal dengan menciptakan permintaan baru, baik melalui digitalisasi, himbauan kepada Aparatur Sipil Negara, instansi, dan perbankan di daerah untuk menggunakan produk UMKM dan berwisata lokal dalam rangka mendukung ekonomi daerah,” bebernya menambahkan.

Tidak kalah penting adalah akselerasi penyaluran dana bansos Pemerintah daerah melalui elektronifikasi transaksi termasuk implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) dalam mendukung inklusi keuangan di pusat dan daerah serta pemerataan kesejahteraan rakyat.

Dalam mendukung dan menjaga momentum pemulihan ekonomi yang saat ini tengah terjadi, KPwBI Kalteng mengajak seluruh masyarakat Kalteng untuk senantiasa memahami dan mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah, merawat uang Rupiah sebagai bentuk Cinta Rupiah, menjaga Rupiah yang merupakan simbol kedaulatan negara sebagai bentuk Bangga Rupiah, dan mengenal fungsi Rupiah dalam konteks mendorong aktivitas perekonomian sebagai bentuk Paham Rupiah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *