
Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Dampak dari adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang juga terjadi di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) ini, mulai dirasakan oleh masyarakat. Pasalnya, dengan adanya wabah virus tersebut, berbagai sendi-sendi kehidupan masyarakat, kini mulai merasakan imbasnya.
Adanya kondisi demikian, sehingga memunculkan sebuah pertanyaan dari sejumlah kalangan masyarakat, sampai kapan wabah pandemi COVID-19 ini akan berakhir?.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran melalui Wakil Ketua Pelaksana Harian GTPPC-19 Kalteng, dr Suyuti Syamsul mengatakan, sebenarnya menjadi kunci utama COVID-19, cepat atau lambatnya berakhir, semuanya berada pada masing-masing individu masyarakat itu sendiri.
“Kenapa demikian?, ya semuanya ada di kepatuhan dan kesadaran dari masing-masing individu masyarakat itu sendiri,” Jawab dr Suyuti.
Dijelaskan dr Suyuti, dalam kasus pandemi COVID-19 yang ada sekarang ini, masing-masing individu masyarakat, memiliki peranan penting, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Saat ini, pemerintah sudah memberikan berbagai himbauan dan anjuran kesehatan kepada masyarakat. Mulai dari anjuran untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sering-sering mencuci tangan menggunakan sabun pada air yang mengalir, tetap menjaga jarak (sosial/physical distancing).
Bekerja, Belajar dan Beribadah dari rumah, serta menghimbau untuk tidak keluar dan bepergian dari rumah, dengan sebuah tujuan yang tidak penting dan sangat mendesak, serta selalu menggunakan masker, ketika berada di luar rumah.
“Inilah beberapa anjuran yang seharusnya disadari, dan dipatuhi oleh setiap individu masyarakat. Namun, ironisnya meski pemerintah seringkali memberikan himbauan, anjuran bahkan larangan yang memiliki sanksi, tetap ada saja masyarakat yang seolah-olah acuh dan tidak peduli,” Ungkapnya.
Selain itu, Dirinya juga meminta, kepada seluruh masyarakat agar bisa memiliki kesadaran kolektif, untuk bisa mematuhi berbagai anjuran pemerintah, terkait protap kesehatan. Karena, bila semua masyarakat memiliki sebuah kesadaran bersama, untuk taat dan patuh terhadap berbagai anjuran pemerintah, maka niscaya pandemi COVID-19 bisa cepat dilewati.
“sebaliknya, bila masyarakat masih ‘membandel’ dan seolah-olah tidak peduli, atau acuh terhadap berbagai himbauan dan anjuran pemerintah, maka dipastikan pandemi COVID-19, akan semakin lama lagi berakhirnya,” Ungkapnya.
Pihaknya juga memproyeksikan, khususnya di wilayah Kalteng, pandemi COVID-19, bisa sampai pada akhir bulan Mei atau awal bulan Juni Tahun 2020 mendatang. Dengan catatan, asalkan itu harus ada intervensi yang kuat, dalam artian semakin banyak masyarakat yang sadar, serta mematuhi berbagai anjuran pemerintah.
Tapi nyatanya, dengan melihat situasi dan kondisi saat ini, di lapangan, masih banyak masyarakat yang tidak sadar dan tidak patuh terhadap berbagai anjuran pemerintah, maka dipastikan itu akan membuat semakin mundur lagi, masa berakhirnya.
Timpalnya, pada prinsipnya cepat atau lambatnya, masa pandemi COVID-19 ini berakhir. Itu semuanya bergantung, pada tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat itu sendiri. Apabila masyarakat nya sadar dan patuh, maka masa pandemi akan cepat berakhir, namun sebaliknya bila masyarakat nya tidak sadar dan tidak patuh, maka masa berakhir COVID-19 juga akan semakin lambat berakhirnya.
“Oleh sebab itu, kami tak bosan-bosanya meminta kepada setiap individu masyarakat, agar bisa memiliki kesadaran dan kepatuhan terhadap anjuran pemerintah, karena selain menjadi tugas pemerintah, masyarakat juga memiliki andil besar untuk mengakhiri masa pandemi COVID-19 di Kalteng.” Pungkasnya.(YS)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah