Mahasiswa Faperta UPR Kembali Ukir Prestasi di Ajang LKTI Nasional Tahun 2019

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) kembali ukir prestasi di kancah nasional, dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), yang diselenggarakan oleh HIMSYLVA Universitas Lampung 2019, dalam rangka Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), yang diselenggarakan selama 2 hari, yakni 8 sampai 9 November 2019 kemarin.

Yang lebih membanggakan, dimana dari 10 karya tulis terbaik, yang masuk finalis diantaranya adalah karya ilmiah yang disajikan oleh mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian (Faperta) UPR, atasnama Winie L Sihotang, Erawati dan Tiofani Sihotang, yang menyajikan karya tulis ilmiahnya yang berjudul Efektivitas Air Busa Dalam Pemadaman Kebakaran Hutan (Karhutla).

Dan, hasil karya tulis mahasiswa UPR berhasil menempati posisi 3, menyusul para Juara 1 dari IPB, dan Juara 2 dari USU. Inilah prestasi yang sangat membanggakan, untuk Jurusan Kehutanan khususnya, dan untuk UPR pada umumnya.

Sebagaimana untuk diketahui, hasil karya ilmiah ini juga merupakan hasil penelitian, yang dilakukan sebelumnya, melalui arahan dari Rektor UPR Dr Andrie Elia SE, yang ditindaklanjuti melalui asuhan dosen pembimbing Dr Renhart Jemi dan Kitso SP MSi, yang sudah secara tekun memberikan bimbingan, nasehat serta dukungan, kepada tiga orang mahasiswa tersebut.

Menurut Ketua Tim perwakilan UPR,  Wine L Sihotang l menjelaskan bahwa makalah mereka merupakan hasil penelitian, sewaktu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, dengan menerapkan pemadaman api, dengan air biasa yang bercampur dengan busa.

Adapun lokasi penelitian, dilakukan di kawasan hutan UPR. Yangmana, hasil penelitiannya menunjukan bahwa lebih efektif menggunakan air busa, ketimbang dengan air biasa.

“Karena, dengan penggunaan busa , dapat menutup pori-pori tanah gambut, sehingga dapat menghambat perambatan api, agar tidak meluas dan merambat ke area lainnya,”jelas Wine, selasa (12/11).

Disisi lain, menurut salah satu dosen pembimbing, Dr Renhart Jemi menuturkan bahwa pihaknya sangat konsen, sekaligus mendukung penelitian para mahasiswanya.

“Penelitian ini dilakukan, pada saat karhutla yang terjadi kawasan hutan Kampus UPR, yakni terjadi antara bulan Juli hingga bulan Agustus 2019 lalu. Dimana, mereka melakukan percobaan pemadaman api dengan busa, dan setiap ide-ide yang diperoleh tersebut, kemudian diangkat ke dalam makalah untuk diikutsertakan dalam LKTI 2019, yang di gelar di Universitas Lampung,” jelas Dr Renhart Jemi.

Hal senada, yang disampaikan oleh Dekan Faperta UPR, Dr Sosilawaty mengutarakan rasa bangganya, terhadap pencapaian prestasi yang telah diraih oleh ketiga orang mahasiswanya, dalam kompetisi LKTI 2019 di Universitas Lampung.

“Saya sangat bangga atas pencapaian prestasi tersebut, terutama kepada ketiga orang mahasiswa itu. Dan, atas hasil capaian tersebut, kamipun sangat senang karena sudah bisa masuk 10 besar. Serta, tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih.”

“Kepada mahasiswa yang telah berhasil dalam ajang lomba LKTI 2019, beserta para dosen pembimbingnya. Yang telah mengharumkan nama baik almamater Jurusan Kehutanan, Faperta UPR khususnya dan Kampus UPR pada umumnya,” ungkap Dr Sosilawaty.

Ditempat terpisah, Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi ketika dikonfirmasi menyampaikan ucapan selamat kepada ketiga orang mahasiswa tersebut, karena telah berhasil menjadi finalis dalam kegiatan LKTI 2019, di Universitas Lampung.

“Saya sangat mengapreasi pencapaian prestasi, yang telah diraih oleh para mahasiswa Jurusan Kehutanan Faperta, beserta para dosen pembimbingnya, karena telah membawa nama harum almamater UPR di kancah nasional,” ucap Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi.

Tambah Dr Andrie Elia SE MSi, hendaknya lah, kita tidak cepat berpuas diri. Karena, masih banyak pencapaian yang dapat kita raih bersama. Jadikan ini, sebagai pemicu semangat untuk civitas akademika UPR, untuk lebih berprestasi lagi, baik di kancah lokal, nasional maupun dunia.

“Saya yakin, kedepan UPR dapat kembali meraih pencapaian prestasi tersebut. Asalkan itu dilakukan dengan niat, tekad dan semangat yang dilandaskan rasa kebersamaan, maka hal itu niscaya pasti akan terwujud, dalam rangka menuju UPR Jaya Raya,” pungkasnya.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: