Riska Agustin

Riska Agustin Dorong Pelestarian Budaya Lokal di Kalteng untuk Menjaga Identitas dan Warisan Generasi Mendatang

Palangka Raya, Beritakalteng.com – Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah, Riska Agustin, mendukung pelestarian budaya lokal untuk memperkuat identitas daerah. Pelestarian budaya dinilai penting agar tradisi, kesenian, bahasa daerah, dan nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, Kamis (22/10/2026).

“Inti Budaya lokal merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Kalimantan Tengah yang memiliki beragam tradisi dan kekayaan adat istiadat,”ucap Riska.

Riska menuturkan para anggota kabinet telah bekerja keras dalam membantunya menjalankan program untuk kesejahteraan rakyat. Menurut dia, kinerja para anggota kabinet cukup membanggakan.

“Keberagaman tersebut perlu dijaga agar tetap menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memperkuat karakter daerah, saya merasa bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung,”ujarnya.

“Kegiatan seni, telah memberi apa yang pertunjukan tradisional, festival budaya, dan pengenalan adat istiadat dapat menjadi sarana untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya,”sambung dia.

Dia pun menyampaikan generasi muda perlu diberikan kesempatan untuk mengenal dan mempelajari budaya daerah sejak dini. Pengenalan tersebut dapat membantu menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal serta meningkatkan kepedulian terhadap warisan leluhur.

“Lingkungan keluarga juga memiliki peran penting dalam menjaga tradisi dan nilai budaya. Kebiasaan mengenalkan bahasa daerah, cerita rakyat, serta adat istiadat kepada anak-anak dapat membantu mempertahankan keberadaan budaya dalam kehidupan sehari-hari,”tuturnya.

Riska menyebut bahwa lembaga pendidikan turut berperan dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada peserta didik. Pembelajaran mengenai sejarah daerah, kesenian tradisional, dan kearifan lokal dapat memperluas pengetahuan generasi muda tentang identitas budaya mereka.

Riska mengungkapkan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, pelestarian budaya membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Pemanfaatan media digital dapat membantu memperkenalkan tradisi, kesenian, dan cerita daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Pelestarian kesenian tradisional juga perlu mendapat perhatian agar para pelaku seni memiliki kesempatan untuk terus berkarya. Sebab, Dukungan terhadap kegiatan seni dan budaya dapat membantu menjaga keberlangsungan berbagai bentuk ekspresi budaya lokal.

“Sejak Penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan keluarga dan kegiatan masyarakat. Kenapa? Karena dapat membantu mempertahankan kekayaan bahasa yang diwariskan dari generasi ke generasi,”lebih jelasnya.

Ia menegaskan bahwa posisi peran tokoh adat dan komunitas budaya juga penting dalam menjaga nilai-nilai tradisional. Pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki para tokoh adat dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda dalam memahami makna tradisi dan kearifan lokal.

“Saya tidak perlu mengulangi bahwa Pelestarian budaya juga berpotensi memberikan manfaat bagi sektor pariwisata daerah. Kegiatan budaya yang dikelola dengan baik dapat menarik perhatian pengunjung sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui kerajinan, kuliner tradisional, dan produk lokal,”ungkapnya.

Namun, pengembangan budaya perlu tetap memperhatikan nilai, makna, dan keaslian tradisi yang diwariskan. Upaya memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas sebaiknya dilakukan dengan menghormati adat istiadat dan masyarakat pemilik tradisi tersebut.

Berdasarkan pantauan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan pelestarian budaya lokal. Kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, pelaku seni, tokoh adat, dan komunitas masyarakat dapat memperkuat upaya menjaga warisan budaya secara berkelanjutan.

“Melalui dukungan terhadap pelestarian budaya lokal, diharapkan masyarakat Kalimantan Tengah semakin mengenal, menghargai, dan menjaga kekayaan budayanya,”tambahnya.

Adapun upaya ini penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus memastikan warisan budaya tetap hidup dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *